
Pantau - Kementerian Kesehatan menyatakan peningkatan kasus HIV di Kabupaten Sidoarjo mencerminkan keberhasilan perluasan layanan deteksi dini sehingga semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV dan dapat segera menjalani pengobatan.
Kemenkes Jelaskan Makna Peningkatan Kasus
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Andi Saguni mengatakan peningkatan temuan kasus tidak dapat dimaknai langsung sebagai meningkatnya penularan HIV.
Ia mengatakan, "Berdasarkan data situasi HIV Kabupaten Sidoarjo, sejak tahun 2001 hingga Juni 2026 telah ditemukan 1.183 kasus HIV secara kumulatif pada kelompok usia 0-24 tahun. Peningkatan jumlah kasus yang ditemukan dari tahun ke tahun berlangsung seiring dengan semakin luasnya cakupan layanan tes HIV di fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun layanan berbasis komunitas."
Andi mengatakan Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit telah melakukan supervisi program HIV di Kabupaten Sidoarjo untuk mengklarifikasi data dan mengevaluasi pelaksanaan program pencegahan, deteksi dini, pengobatan, serta pendampingan bagi orang dengan HIV.
Ia mengatakan, "Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit, Kementerian Kesehatan telah melaksanakan supervisi program HIV di Kabupaten Sidoarjo sebagai tindak lanjut atas tingginya perhatian masyarakat terhadap pemberitaan mengenai kasus HIV pada anak dan remaja di Kabupaten Sidoarjo."
Kemenkes Ajak Warga Hentikan Stigma
Kementerian Kesehatan juga memperkuat layanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak dengan mendorong seluruh ibu hamil menjalani pemeriksaan HIV agar terapi antiretroviral dapat segera diberikan apabila hasil tes positif.
Andi mengatakan, “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV apabila memiliki faktor risiko atau direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Mengetahui status HIV sejak dini merupakan langkah penting untuk melindungi diri sendiri, pasangan, dan keluarga."
Kementerian Kesehatan menegaskan keberhasilan penanggulangan HIV diukur dari semakin banyaknya masyarakat yang mengetahui status HIV, segera memulai terapi antiretroviral, dan mempertahankan pengobatan secara berkelanjutan.
Kementerian Kesehatan juga mengajak masyarakat menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV karena dapat menghambat deteksi dini, pengobatan, dan pencapaian target eliminasi AIDS pada 2030.
- Penulis :
- Gerry Eka





