
Pantau - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) untuk penyusunan APBN 2027 harus memberikan ruang bagi kelas menengah untuk bertumbuh sebagai penggerak utama ekonomi domestik.
Kelas Menengah Dinilai Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Misbakhun menyatakan kebijakan fiskal perlu diarahkan untuk menjaga kekuatan ekonomi nasional, terutama di tengah meningkatnya tantangan yang juga dirasakan kelompok kelas menengah.
Ia mengungkapkan, “Banyak keluarga kelas menengah hari ini menghadapi situasi yang tidak mudah. Pengeluaran bertambah, cicilan tetap berjalan, biaya pendidikan naik, sementara mereka juga harus memikirkan tabungan dan masa depan keluarganya.”
Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi pada 2027 tidak boleh hanya berfokus pada angka, tetapi juga harus mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih baik, memperkuat dunia usaha, dan menjaga daya beli masyarakat.
Reformasi Fiskal Diminta Berlandaskan Keadilan
Misbakhun menjelaskan kelas menengah memiliki peran penting dalam menggerakkan konsumsi, investasi, pembelian rumah, hingga pembukaan usaha yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia mengatakan, “Menjaga kelas menengah bukan semata-mata soal membantu satu kelompok masyarakat. Ini juga soal menjaga mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap bergerak.”
Dalam pembahasan KEM-PPKF 2027, pemerintah dan DPR menyepakati target rasio pendapatan negara berada pada kisaran 12,01 hingga 12,40 persen terhadap produk domestik bruto.
Misbakhun menegaskan, “Jangan sampai kelas menengah yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi domestik justru semakin terbebani. Reformasi fiskal harus dilakukan dengan prinsip keadilan dan mendorong pertumbuhan.”
- Penulis :
- Aditya Yohan





