
Pantau - Pemerintah akan memberikan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram untuk membantu pengrajin tempe menghadapi kenaikan harga bahan baku akibat gejolak pasar global dan menjaga keberlangsungan produksi.
Subsidi Diberikan untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Global
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan kebijakan tersebut telah dibahas dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebagai langkah membantu pelaku usaha tempe.
Ia mengungkapkan, “Karena terganggu dengan harga yang sudah naik, jadi kita membantu para perajin tempe.”
Pada tahap awal, pemerintah akan menyalurkan subsidi untuk sekitar 250 ribu ton kedelai impor guna menekan beban biaya produksi yang meningkat akibat lonjakan harga di pasar internasional.
Menurut Budi, kenaikan harga kedelai dipengaruhi oleh berbagai kondisi global, termasuk konflik dan ketidakpastian geopolitik yang berdampak pada rantai pasok komoditas pangan.
Pemerintah Harapkan Harga Tempe Tetap Terjangkau
Budi menjelaskan subsidi tersebut diharapkan membuat pengrajin tetap dapat memproduksi tempe tanpa harus menaikkan harga jual kepada masyarakat.
Ia mengatakan, “Ini tujuannya adalah untuk meringankan harga yang semakin tinggi karena imbas pasar global, karena perang, sehingga nanti perajin tetap bisa memproduksi tempenya sesuai harga yang ada sekarang.”
Pemerintah memutuskan penyaluran subsidi melalui Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga kedelai di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya menyatakan subsidi tahap pertama diberikan untuk 250 ribu ton kedelai karena sebagian besar kebutuhan nasional masih bergantung pada impor dan berpotensi terdampak fluktuasi nilai tukar.
- Penulis :
- Aditya Yohan





