HOME  ⁄  Nasional

D’Youth Fest 6.0 Hadir dengan Konsep Kolaboratif untuk Perkuat Ekosistem Kreatif Anak Muda Denpasar

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

D’Youth Fest 6.0 Hadir dengan Konsep Kolaboratif untuk Perkuat Ekosistem Kreatif Anak Muda Denpasar
Foto: Ketua Badan Kreatif Denpasar Ari Setiya Wibawa (sumber: Humas Pemkot Denpasar)

Pantau - Badan Kreatif Denpasar (Bkraf Denpasar) kembali menghadirkan D’Youth Fest 6.0 dengan konsep yang lebih kolaboratif, produktif, dan berdampak sebagai ruang ekspresi, pengembangan kapasitas, serta penguatan jejaring bagi generasi muda di Kota Denpasar.

Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan dan panggung kreativitas, tetapi juga dirancang sebagai wadah bertemunya ide, kolaborasi, dan peluang produktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

Inovasi Kolaborasi Lintas Sektor dan Pengembangan Kapasitas

Ketua Bkraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa, menjelaskan bahwa D’Youth Fest 6.0 membawa sejumlah inovasi dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya dan didesain sebagai ruang bertumbuh bagi generasi kreatif Kota Denpasar.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota Denpasar, festival ini harus menjadi ruang temu ide, kreativitas, dan peluang produktif agar anak muda tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi terdorong menjadi pelaku kreatif yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif,” ungkap Ari Setiya Wibawa.

Salah satu pembaruan utama adalah penguatan kolaborasi lintas sektor melalui keterlibatan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), serta dukungan Gekraf se-Bali untuk memperluas jejaring kreatif regional.

Kehadiran IAI membuka ruang diskusi mengenai arsitektur dan tata ruang hijau bagi generasi muda, sementara Hipmi mempertemukan kreativitas dengan semangat kewirausahaan agar dapat berkembang menjadi peluang ekonomi produktif.

Dukungan Gekraf se-Bali turut memperkuat pertukaran ide dan kolaborasi lintas kabupaten dan kota sehingga D’Youth Fest berkembang menjadi wadah kreatif yang lebih luas.

“Kalau sebelumnya anak muda datang hanya untuk menikmati konser atau hiburan, tahun ini kami berharap mereka pulang membawa wawasan baru, relasi yang lebih luas, serta terbukanya kemungkinan kolaborasi dan pengembangan usaha,” ujarnya.

Usung Tema Regrow dan Perkuat Komitmen Lingkungan

D’Youth Fest 6.0 mengangkat tema Regrow: Feel The Growth yang mengandung filosofi Nguripang Rasa dengan menempatkan anak muda sebagai pusat pertumbuhan ekosistem kreatif.

Rangkaian kegiatan meliputi workshop, diskusi, pameran komunitas, aktivasi ekonomi kreatif, ruang pembelajaran lintas disiplin, kompetisi teater remaja Operet This Week (OTW), Glory of Youth untuk ekosistem esports, ARC (Area Creator) bagi budaya pop dan cosplay, serta pameran mural, film, tattoo expo, dan parade komunitas lintas minat.

Pendekatan multidisiplin tersebut melibatkan unsur arsitektur, interior, psikologi, esports, mural, teater, film, ilustrasi, pengelolaan lingkungan, kewirausahaan muda, komunitas sepak bola, hingga forum anak daerah.

Bkraf Denpasar mencatat antusiasme publik terhadap D’Youth Fest terus meningkat, dari jumlah pengunjung di bawah 10 ribu orang pada D’Youth 1.0 menjadi lebih dari 30 ribu orang pada D’Youth 5.0.

“Antusiasme publik terus meningkat dari tahun ke tahunnya, tercermin dari semakin padatnya partisipasi pengunjung dan komunitas, sehingga DYouth bisa menjadi ruang bersama yang inklusif bagi tumbuhnya kreativitas anak muda Denpasar,” kata Ari.

Sejalan dengan visi Pemerintah Kota Denpasar, D’Youth Fest 6.0 diharapkan menjadi ruang produktif bagi generasi muda untuk bertemu, belajar, berjejaring, dan mengembangkan potensi dalam ekosistem ekonomi kreatif yang sehat dan berkelanjutan.

Selain memperkuat ruang kreativitas, Bkraf Denpasar juga menerapkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi selama pelaksanaan festival sebagai bagian dari edukasi budaya sadar lingkungan bagi generasi muda.

“Kami ingin D’Youth tidak hanya meninggalkan kesan sebagai festival yang meriah, tetapi juga festival yang bertanggung jawab,” ungkap Ari.

Bkraf Denpasar menyatakan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur tersebut diharapkan mendorong pemahaman bahwa penyelenggaraan acara besar dapat berlangsung secara tertib, bersih, dan berkelanjutan.

Penulis :
Leon Weldrick