
Pantau - Polda Papua Barat mematangkan skenario pengamanan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang akan berlangsung di Manokwari pada 18–28 Juni 2026 melalui apel kesiapan personel dan Tactical Floor Game (TFG) dengan melibatkan 811 personel.
Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menjelaskan bahwa Pesparawi Nasional XIV merupakan agenda berskala nasional yang akan dihadiri peserta, panitia, ofisial, dan tamu undangan dari seluruh provinsi di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa pengamanan harus direncanakan secara matang, terpadu, dan terkoordinasi mengingat banyaknya peserta yang berasal dari berbagai daerah.
Simulasi Taktis untuk Memantapkan Operasi Pengamanan
Alfred mengungkapkan, "TFG ini merupakan bagian dari pemantapan rencana operasi pengamanan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari."
Ia juga menyampaikan, "Seluruh personel harus melaksanakan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan mengedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat maupun peserta kegiatan."
Menurut Alfred, kesiapan personel, sarana dan prasarana pendukung, serta pola pengamanan yang terintegrasi menjadi faktor penting untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama pelaksanaan kegiatan.
Seluruh personel yang dilibatkan diwajibkan memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing serta bertanggung jawab terhadap keamanan di wilayah penugasannya.
TFG merupakan metode simulasi taktis menggunakan media peta atau miniatur di lantai untuk memvisualisasikan rencana operasi di lapangan dan lazim digunakan oleh TNI maupun Polri untuk mematangkan strategi operasional sebelum pelaksanaan tugas.
Melalui simulasi tersebut, seluruh unsur pengamanan menyamakan persepsi mengenai pola tindakan, pembagian tugas, dan langkah antisipasi terhadap berbagai potensi kerawanan.
Skenario Pengamanan Mencakup VIP hingga Situasi Kontingensi
Polda Papua Barat telah menyiapkan berbagai skenario pengamanan yang meliputi kedatangan peserta, tamu VIP dan VVIP, lokasi kegiatan utama, pengaturan arus lalu lintas, serta pengamanan akomodasi para peserta dan kontingen.
Aparat juga menyiapkan mekanisme penanganan situasi kontingensi apabila terjadi kondisi darurat atau gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Alfred menegaskan, "Polri berkomitmen mendukung pelaksanaan Pesparawi Nasional dengan melakukan pengamanan secara maksimal di seluruh lokasi kegiatan, penginapan kontingen, dan lokasi lainnya."
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Gadug Kurniawan menyatakan bahwa TFG merupakan bagian penting untuk memastikan kesiapan personel, dukungan sarana, dan strategi pengamanan.
Menurut Gadug, Pesparawi Nasional XIV bukan hanya menjadi ajang pembinaan seni budaya dan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat dari berbagai provinsi di Indonesia.
Ia menegaskan, “Keberhasilan pengamanan kegiatan nasional sangat ditentukan oleh kesiapan personel, koordinasi antarinstansi, serta kemampuan seluruh unsur untuk bekerja secara terpadu.”
- Penulis :
- Shila Glorya





