
Pantau - Gerakan Nasional Pesantrenku Aman yang digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melanjutkan safari kampanyenya ke Lampung sebagai upaya memperkuat ekosistem perlindungan santri dari kekerasan sekaligus membangun lingkungan pesantren yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa perlindungan terhadap santri merupakan bagian penting dari amanah pesantren dalam mendidik generasi masa depan.
Ia mengungkapkan, “Santri merupakan amanah Allah Swt. yang dititipkan kepada pesantren untuk dididik, dibimbing, serta dijaga keselamatan, kehormatan, dan masa depannya. Mewujudkan Pesantren Aman adalah bagian mutlak dari khidmah tersebut.”
Gerakan Nasional Pesantrenku Aman diinisiasi oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah PBNU bersama Satuan Anti Kekerasan PBNU dengan mengusung semangat “Menjaga Amanah, Merawat Masa Depan”.
Gerakan tersebut resmi diluncurkan di Pondok Pesantren Darul Mugjni pada 18 Mei 2026 dan menggelar safari pertamanya di Pesantren Al Yasini pada awal Juni 2026.
Roadshow Kedua Libatkan Pengasuh hingga Santri
Roadshow kedua dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Qodiri dengan melibatkan pengasuh pesantren, dewan guru, pembimbing asrama atau musyrif dan musyrifah, serta para santri.
Rangkaian kegiatan mencakup Pelatihan Tarbiyah Jinsiyah bagi santri putri, pelatihan pencegahan kekerasan di pesantren bagi musyrif, musyrifah, dan dewan guru, Halaqah Syuriah NU bersama pengasuh pondok pesantren, serta doa bersama dan deklarasi Pesantrenku Aman.
Ketua RMI PBNU Hodri Ariev menyatakan bahwa Gerakan Nasional Pesantrenku Aman dirancang untuk membangun sistem perlindungan yang berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Ia mengatakan, “Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan pesantren tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi santri dalam menuntut ilmu.”
Targetkan 1.000 Pesantren Adopsi Komitmen Pesantren Aman
Ketua SAKA PBNU Alissa Wahid menekankan pentingnya membangun mekanisme perlindungan berlapis di pesantren melalui penguatan aspek pencegahan, penanganan cepat, pendampingan, hingga pemulihan bagi korban kekerasan.
SAKA PBNU bersama RMI PBNU terus mendorong pengembangan sistem perlindungan pesantren melalui edukasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyusunan mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan, serta penguatan budaya pengasuhan yang mengutamakan keselamatan santri.
Sebagai bagian dari implementasi gerakan tersebut, RMI PBNU menargetkan sedikitnya 1.000 pesantren mengadopsi komitmen Pesantren Aman melalui pakta integritas dan langkah nyata perlindungan santri di lingkungan masing-masing.
- Penulis :
- Leon Weldrick





