HOME  ⁄  Nasional

1 Muharam Dinilai Jadi Momentum Refleksi untuk Memperkuat Komitmen Membangun Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

1 Muharam Dinilai Jadi Momentum Refleksi untuk Memperkuat Komitmen Membangun Indonesia
Foto: (Sumber :Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar. ANTARA/HO-UIN Jakarta.)

Pantau - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar menyatakan peringatan 1 Muharam atau Tahun Baru Islam 1448 Hijriah harus menjadi ruang refleksi untuk memperkuat komitmen membangun Indonesia yang berintegritas, berkeadilan, dan berkemajuan.

Asep menilai makna hijrah tidak hanya sebatas pergantian kalender keagamaan, tetapi juga menjadi inspirasi transformasi sosial dalam menghadapi berbagai tantangan nasional dan global.

Semangat Hijrah untuk Tata Kelola dan Pendidikan

Asep mengungkapkan, “Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya tidak dimaknai sekadar sebagai pergantian kalender keagamaan. Lebih dari itu, tahun baru Islam perlu menjadi ruang refleksi bersama.”

Menurutnya, peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah merupakan tonggak penting yang melahirkan masyarakat adil, inklusif, produktif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, hingga disrupsi teknologi.

Asep menegaskan, “Indonesia membutuhkan momentum hijrah ini untuk terus meningkatkan tata kelola yang transparan, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.”

Dorong SDM Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

Di sektor pendidikan, Asep menilai masa depan Indonesia bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan otomatisasi.

Ia mengatakan, “Pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan tanggung jawab sosial.”

Asep menambahkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, tokoh agama, media, dan masyarakat sipil perlu bergerak bersama membangun budaya integritas, memperkuat inovasi, serta memperluas akses pendidikan dan kesejahteraan.

Ia berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum untuk memperkuat semangat perubahan menuju Indonesia yang lebih maju.

Menurutnya, “Makna hijrah yang sesungguhnya adalah keberanian untuk berubah menjadi lebih baik. Semangat itulah yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.”

Penulis :
Aditya Yohan