
Pantau - Wakil Rektor Tata Kelola, Sumber Daya dan Kemitraan Strategis Universitas Binawan Farouk Abdullah Alwyni menyatakan kemitraan antara kampus di Indonesia dan Eropa diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan karier di tingkat global.
Kerja Sama Internasional Perluas Peluang Pendidikan
Farouk mengatakan perluasan kerja sama internasional menjadi langkah strategis untuk memberikan akses yang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia agar dapat belajar, berkolaborasi, dan berkembang dalam lingkungan global.
“Kami meyakini bahwa pendidikan tinggi mampu membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, dan berkembang di lingkungan global,” ungkapnya.
Universitas Binawan pun menjalin kerja sama dengan IMC Krems University of Applied Sciences di Austria dan bbw Hochschule University of Applied Sciences di Jerman untuk memperkuat pengembangan pendidikan tinggi.
Fokus Pengembangan SDM dan Kolaborasi Akademik
Kerja sama dengan IMC Krems difokuskan pada pengembangan tenaga kesehatan Indonesia melalui penyetaraan kualifikasi perawat, penyusunan kurikulum bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, program magang, mobilitas akademik, serta riset kolaboratif.
CEO IMC Krems Dr. Udo Brandle mengatakan, “Kami melihat peluang yang sangat baik untuk membangun kerja sama jangka panjang. Kolaborasi ini akan memperkuat pertukaran pengetahuan, meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan, serta mendukung pengembangan tenaga kesehatan yang siap menjawab tantangan global,” ujarnya.
Sementara itu, kerja sama dengan bbw Hochschule mencakup pengembangan program gelar ganda, penelitian bersama, mobilitas akademik, serta berbagai kegiatan ilmiah lintas disiplin untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
Presiden Interim bbw Hochschule Prof. Dr. Rene Brunotte menambahkan, “Kemitraan internasional memungkinkan institusi pendidikan untuk saling berbagi pengalaman, perspektif, dan praktik terbaik. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat di kedua negara,” katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





