
Pantau - Universitas Muslim Indonesia (UMI) memperkuat peran Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang berdampak melalui kolaborasi antarkampus dan transformasi di berbagai bidang akademik.
Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Pendidikan Tinggi
Rektor UMI Prof. Dr. Hambali Thalib menyatakan bahwa sinergi antarlembaga pendidikan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia mengungkapkan, “Melalui forum Aptisi, kami memperkuat sinergi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia guna menghadirkan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan karakter yang semakin berdampak bagi bangsa.”
Menurut Hambali, UMI saat ini menjalankan berbagai transformasi yang meliputi penguatan tata kelola, transformasi digital melalui UMI Connection, pengembangan budaya riset, internasionalisasi kampus, serta peningkatan mutu akademik.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan semangat kolaborasi yang terus didorong oleh Aptisi dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Perguruan Tinggi Swasta Didorong Adaptif terhadap Perubahan
Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Mansyur Ramly menilai perguruan tinggi swasta harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui tata kelola yang kuat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia mengatakan, “Peningkatan mutu akademik, tata kelola yang adaptif, penguatan jejaring kerja sama, serta kemampuan membaca perubahan merupakan agenda bersama yang harus terus diperkuat oleh seluruh perguruan tinggi swasta di Indonesia.”
Menurutnya, posisi perguruan tinggi swasta sangat strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas sehingga kolaborasi dan penguatan kelembagaan perlu terus ditingkatkan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





