HOME  ⁄  Nasional

Legislator Jawa Barat Menilai Validasi Data Menjadi Kunci Keberhasilan Program Sekolah Maung

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Legislator Jawa Barat Menilai Validasi Data Menjadi Kunci Keberhasilan Program Sekolah Maung
Foto: (Sumber :Anggota DPRD Jawa Barat Tina Wiryawati (tengah) saat melakukan reses di Kuningan, Jawa Barat, Selasa (16/6/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi..)

Pantau - Anggota DPRD Jawa Barat Tina Wiryawati menyatakan validasi dan sinkronisasi data siswa dari keluarga kurang mampu menjadi faktor penting untuk mendukung keberhasilan Program Sekolah Maung, termasuk di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Validasi Data Dinilai Menentukan Ketepatan Sasaran

Tina mengatakan program pendidikan yang menyasar masyarakat kurang mampu membutuhkan basis data yang akurat agar manfaatnya diterima oleh peserta didik yang berhak.

Ia menilai ketepatan data akan membantu pemerintah menjalankan program secara lebih efektif sekaligus memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan.

Tina mengungkapkan, “Sinkronisasi data sangat penting untuk mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian besar pada revitalisasi sekolah dan jaminan akses pendidikan bagi masyarakat miskin,” katanya.

Menurutnya, persoalan data penerima bantuan masih perlu disempurnakan, terutama dalam penentuan kelompok penerima berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Ia menambahkan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi dalam proses pemutakhiran data calon penerima manfaat.

Sosialisasi dan Perencanaan Dianggap Perlu Dimatangkan

Selain pembenahan data, Tina menilai sosialisasi sejak awal penting dilakukan agar masyarakat memahami mekanisme dan tujuan Program Sekolah Maung.

Ia menyebut penyampaian informasi yang memadai dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan program di lapangan.

Tina juga menekankan perlunya pematangan skema dan sosialisasi yang komprehensif agar pelaksanaan program tidak berlangsung secara mendadak dan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Ia berharap, “Kami berharap berbagai masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pelaksanaan Program Sekolah Maung sehingga tujuan pemerataan akses pendidikan dapat tercapai secara optimal,” katanya.

Berdasarkan data yang tersedia, Sekolah Maung merupakan program pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengembangkan SMA dan SMK sebagai pusat pembinaan siswa berprestasi melalui jalur akademik, nonakademik, maupun jalur khusus.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, terdapat 41 Sekolah Maung yang terdiri atas 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri dengan total daya tampung mencapai 18.268 siswa.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti