HOME  ⁄  Nasional

Mendiktisaintek Sebut Belum Ada Laporan Kerusakan Signifikan Kampus Akibat Gempa Palu

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mendiktisaintek Sebut Belum Ada Laporan Kerusakan Signifikan Kampus Akibat Gempa Palu
Foto: (Sumber :Plafon bangunan Auditorium di Kampus Universitas Tadulako Palu rusak dampak gempa magnitudo 6,7 mengguncang ibu kota Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). ANTARA/HO-Humas Untad Palu.)

Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan signifikan pada perguruan tinggi akibat gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Brian Yuliarto di Jakarta, Rabu (17/6/2026), berdasarkan laporan sementara yang diterima kementeriannya dari sejumlah perguruan tinggi terdampak.

Ia mengatakan, "Berdasarkan laporan sementara yang kami terima, secara umum belum ada laporan kerusakan yang signifikan pada bangunan kampus, yang disebabkan karena gempa."

Menurutnya, sebagian besar kampus melaporkan kondisi infrastruktur tetap aman meskipun terdapat sejumlah kerusakan ringan pada beberapa bangunan.

Brian menjelaskan beberapa perguruan tinggi melaporkan kerusakan berupa peralatan laboratorium dan komputer yang terjatuh akibat guncangan gempa.

Kerusakan lain yang ditemukan meliputi runtuhnya plafon ruang kelas di beberapa lokasi serta retakan pada dinding, lantai, dan sebagian struktur bangunan.

Ia mengungkapkan, "Namun hingga saat ini tidak terdapat laporan kerusakan berat yang mengganggu keseluruhan operasional kampus."

Gempa magnitudo 6,7 tersebut sebelumnya dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berpusat di koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu.

Getaran gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.

BMKG mencatat hingga Rabu siang telah terjadi 118 kali gempa susulan dengan tren magnitudo yang terus menurun.

Salah satu perguruan tinggi yang terdampak adalah Universitas Tadulako (Untad) Palu.

Berdasarkan data awal pihak kampus, sejumlah bangunan mengalami kerusakan meskipun sebagian besar bersifat nonstruktural.

Kerusakan yang ditemukan meliputi retakan dinding, terlepasnya material pelapis bangunan, kerusakan plafon, kerusakan sarana pembelajaran, serta pecahnya kaca akibat guncangan.

Bangunan Auditorium Untad mengalami kerusakan berupa runtuhnya sebagian plafon dan gangguan pada fasilitas videotron.

Rumah Sakit Untad juga dilaporkan mengalami retakan pada beberapa bagian nonstruktural bangunan.

Sementara itu, sebagian plafon di Fakultas Teknik roboh dan Gelanggang Mahasiswa mengalami retakan yang masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus memantau perkembangan kondisi perguruan tinggi terdampak untuk memastikan kegiatan akademik tetap dapat berjalan dengan aman.

Penulis :
Ahmad Yusuf