HOME  ⁄  Nasional

Kemdiktisaintek Asesmen Dampak Gempa Palu untuk Pastikan Perkuliahan Tetap Aman

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemdiktisaintek Asesmen Dampak Gempa Palu untuk Pastikan Perkuliahan Tetap Aman
Foto: (Sumber :Warga berlari menjauhi pantai saat terjadi gempa di Pantai Tondo, Palu, Sualwesi Tengah, Selasa (16/6/2026). Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo dengan kedalaman 10km yang berada di darat 42 km tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 11:27 WITA tersebut tidak bepotensi tsunami namun menimbulkan kepanikan warga dan merusak sejumlah infrastruktur. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/nym..)

Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melakukan pendataan dan asesmen menyeluruh pascagempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, guna memastikan kegiatan perkuliahan tetap berjalan aman dan lancar.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVI serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Tengah.

"Kemdiktisaintek telah berkoordinasi dengan pimpinan perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, serta LLDikti Wilayah XVI untuk melakukan pendataan dan asesmen dampak gempa bumi terhadap perguruan tinggi di Sulawesi Tengah," ujar Brian di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Kemdiktisaintek juga melakukan pendataan terhadap dampak yang mungkin dialami sivitas akademika, termasuk mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Menurut Brian, data yang sedang difinalisasi akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan langkah penanganan dan dukungan lanjutan bagi perguruan tinggi yang terdampak.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan perguruan tinggi dan LLDikti agar kegiatan akademik dapat tetap berjalan dengan baik serta memastikan keselamatan sivitas akademika menjadi prioritas utama," ungkapnya.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 tersebut terjadi pada Selasa (16/6/2026) dengan pusat gempa berada di koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu.

Getaran gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah lain seperti Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.

Berdasarkan laporan sementara yang diterima pemerintah, sejumlah fasilitas perguruan tinggi mengalami kerusakan ringan akibat guncangan gempa.

Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan yang mengganggu operasional kampus secara menyeluruh.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Rabu siang telah terjadi 118 kali gempa susulan.

BMKG menyebut tren magnitudo gempa susulan terus mengalami penurunan sehingga kondisi berangsur membaik.

Pemerintah memastikan proses pemantauan dan asesmen akan terus dilakukan untuk menjamin keamanan lingkungan kampus serta kelancaran aktivitas akademik di wilayah terdampak gempa.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan