
Pantau - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Torabelo Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terus menangani korban gempa bumi bermagnitudo 6,7 yang berasal dari Kecamatan Palolo dan Nokilalaki sejak bencana terjadi pada Selasa (16/6).
Direktur RSUD Torabelo dr Diah Ratnaningsih mengatakan seluruh tindakan kegawatdaruratan telah dilakukan terhadap warga yang mengalami luka akibat gempa.
“Kami sudah melakukan tindakan-tindakan medis di kegawatdaruratan bagi korban bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi sejak hari pertama hingga saat ini,” ungkap Diah Ratnaningsih di Sidera, Rabu (17/6).
Ia menjelaskan sebagian besar korban yang dirawat berasal dari Desa Kamarora di Kecamatan Nokilalaki serta wilayah Kecamatan Palolo.
“Masyarakat yang mengalami luka-luka akibat bencana itu dari Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki dan Palolo. Para korban bencana sudah ditangani oleh tim kegawatdaruratan dengan kondisi cedera kepala dan otak, serta patah tulang,” ujarnya.
Pasien Dirawat di Tenda Darurat Antisipasi Gempa Susulan
RSUD Torabelo memindahkan sejumlah pasien ke tenda darurat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gempa susulan.
Pasien anak-anak dan pasien bedah ditempatkan di tenda darurat yang berada di bagian depan rumah sakit.
Sementara itu, sekitar 170 pasien lainnya dirawat di tenda darurat yang berada di belakang area rumah sakit.
“Kalau yang berada di tenda darurat bagian depan rumah sakit untuk pasien anak-anak dan pasien bedah karena ruangannya berada di lantai dua sehingga lebih berisiko apabila jika terjadi gempa bumi susulan,” kata Diah.
Menurutnya, pihak rumah sakit masih menunggu arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait tingkat keamanan pascagempa.
“Untuk saat ini karena belum ada keputusan dari BPBD apakah sudah aman atau belum. Kami hanya menjalankan prosedur yang sudah ada, jika sudah ada informasi bahwa dinyatakan aman maka kami akan memasukkan kembali pasien ke ruangannya masing-masing,” ungkapnya.
Ratusan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak Akibat Gempa
Berdasarkan data BPBD Sulawesi Tengah, sekitar 800 rumah mengalami kerusakan di Kabupaten Sigi akibat gempa tersebut.
Kerusakan terdiri atas 720 rumah rusak ringan, 68 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.
Selain rumah warga, gempa juga merusak dua kantor, 15 sarana ibadah, satu unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta satu jembatan penghubung antara Desa Kamarora B dan Desa Tongoa.
Gempa tektonik bermagnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Palu pada Selasa (16/6) berpusat di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





