HOME  ⁄  Nasional

Kepala Lemdiklat Polri Sebut Disrupsi Teknologi Jadi Tantangan Nyata Kepolisian di Masa Depan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kepala Lemdiklat Polri Sebut Disrupsi Teknologi Jadi Tantangan Nyata Kepolisian di Masa Depan
Foto: Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri Komjen Pol. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak memberikan keterangan pers di Gedung STIK, Jakarta Selatan, Rabu 17/6/2026 (sumber: ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

Pantau - Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, menyatakan disrupsi teknologi menjadi salah satu tantangan utama yang harus dihadapi institusi kepolisian di masa depan saat memberikan keterangan di Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026).

Panca mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah ruang lingkup tugas kepolisian yang kini tidak lagi terbatas pada ruang fisik.

Ia mengatakan, "Sekarang tugas polisi tidak hanya ada di dalam ruangan, tapi sekarang sudah tersebar di dunia maya".

Tantangan Informasi Tidak Terkurasi

Panca menjelaskan bahwa kemajuan teknologi membawa dampak positif berupa kemudahan akses informasi dan perkembangan digital bagi masyarakat.

Namun, ia menilai perkembangan tersebut juga memunculkan dampak negatif berupa meningkatnya penyebaran konten negatif dan derasnya arus informasi yang tidak melalui proses kurasi maupun verifikasi yang memadai.

Ia mengatakan, "Termasuk misalnya bagaimana informasi itu tidak terkurasi. Semua informasi masuk".

Menurutnya, informasi yang tidak terkurasi berpotensi membuat masyarakat menerima informasi yang belum tentu benar atau akurat.

Kondisi tersebut dinilai dapat memicu kesalahpahaman serta berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Panca menegaskan bahwa polisi sebagai penjaga keamanan dan ketertiban harus menghadapi dampak dari fenomena tersebut.

Ia mengungkapkan, "Dia akan berhadapan dengan kondisi di lapangan ketika rasa sosial masyarakat itu semakin menipis dan persatuan masyarakat semakin menipis. Pada akhirnya dapat menimbulkan konflik sosial yang ada di masyarakat. Itu tantangan yang paling nyata".

STIK Perkuat Kapasitas Personel Hadapi Era Digital

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Polri melalui Lemdiklat Polri, khususnya STIK, terus memberikan pembekalan ilmu kepada para personel guna meningkatkan kemampuan dalam menghadapi dampak disrupsi teknologi.

Peningkatan kapasitas personel dilakukan melalui pendidikan formal maupun berbagai pelatihan berkelanjutan yang diselenggarakan Polri.

Panca mengatakan, "Kita harap mereka akan terus dapat meningkatkan pengetahuannya. Tidak hanya dari lembaga ini, tetapi melalui pelatihan-pelatihan yang Polri akan dan terus lakukan untuk peningkatan kapasitas SDM-nya".

Pada Rabu (17/6/2026), STIK juga menggelar wisuda terhadap 289 lulusan yang berasal dari jenjang sarjana ilmu kepolisian, magister ilmu kepolisian, dan doktor ilmu kepolisian.

Setelah diwisuda, para lulusan akan langsung ditempatkan di lapangan sesuai pangkat dan jabatan masing-masing untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan.

Panca menegaskan para lulusan harus mampu menggunakan ilmu yang didapat sebagai alat analisis dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan tugas kepolisian.

Ia mengatakan, "Mereka harus turun ke lapangan untuk bisa menerapkan hasil ilmu yang diperoleh selama di lembaga ini dan nanti akan digunakan sebagai pisau analisis untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial masyarakat yang berkaitan dengan tugas polisi, termasuk juga bagaimana mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat".

Penulis :
Arian Mesa