
Pantau - Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Polri meluluskan 289 wisudawan jenjang sarjana, magister, dan doktor sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Korps Bhayangkara di Jakarta Selatan, Rabu (17/6).
Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak mengatakan peningkatan kualitas pendidikan menjadi langkah strategis agar personel Polri memiliki kemampuan, pengetahuan, dan kapabilitas yang lebih baik dalam menjalankan tugas.
“Ini adalah bagian dari upaya Polri untuk terus meningkatkan kemampuan, pengetahuan seluruh personel SDM Polri untuk bisa mampu dan dapat memahami serta melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya melalui pendekatan keilmuan,” ungkapnya.
Wisudawan Langsung Diterjunkan ke Lapangan
Panca menjelaskan pendidikan yang ditempuh para lulusan merupakan implementasi kebijakan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam meningkatkan kualitas SDM Polri, khususnya di tingkat perwira.
Ia menuturkan para lulusan diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menggunakan pendekatan ilmiah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan tugas kepolisian.
“Bapak Kapolri berharap melalui STIK ini tidak hanya sebagai tempat mempelajari berbagai macam ilmu, tetapi menjadi sarana untuk menjadi alat untuk memahami berbagai permasalahan sosial melalui pendekatan ilmu yang mereka pelajari,” katanya.
Setelah diwisuda, para lulusan akan langsung ditempatkan sesuai kepangkatan dan jabatan masing-masing untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan.
“Mereka harus turun ke lapangan untuk bisa menerapkan hasil ilmu yang diperoleh selama di lembaga ini dan nanti akan digunakan sebagai pisau analisis untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial masyarakat yang berkaitan dengan tugas polisi, termasuk juga bagaimana mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
STIK Disiapkan Menjadi Universitas Kepolisian
Selain meningkatkan kualitas lulusan, Polri juga tengah membahas pengembangan STIK menjadi Universitas Kepolisian.
Menurut Panca, transformasi tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan ilmu kepolisian tidak hanya bagi anggota Polri, tetapi juga masyarakat umum yang ingin mempelajari isu keamanan dan ketertiban.
“STIK harus beradaptasi dan mengembangkan diri melalui Universitas Kepolisian yang saat ini sedang kami bahas, untuk dapat mengakomodasi tidak hanya polisi, tetapi seluruh elemen masyarakat yang ingin mengenyam ilmu dan berkaitan dengan masalah-masalah keamanan bisa belajar di lembaga ini,” ungkapnya.
Pengembangan Universitas Kepolisian diharapkan menjadi langkah lanjutan Polri dalam mencetak SDM unggul yang mampu menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks di masa depan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti





