HOME  ⁄  Nasional

Program Bedah Rumah Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Mulai Berjalan, Kementerian PKP Alokasikan 10.000 Unit BSPS

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Program Bedah Rumah Orangtua Siswa Sekolah Rakyat Mulai Berjalan, Kementerian PKP Alokasikan 10.000 Unit BSPS
Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjawab pertanyaan dari wartawan, di Jakarta, Rabu 17/6/2026 (sumber: ANTARA/Aji Cakti)

Pantau - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah bagi orangtua siswa Sekolah Rakyat (SR) telah mulai dilaksanakan pada 2026 dengan target renovasi sebanyak 10.000 unit rumah.

Pernyataan tersebut disampaikan Maruarar usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

"Sudah dimulai tahun ini," ungkap Maruarar.

Program Bedah Rumah bagi orangtua siswa Sekolah Rakyat merupakan usulan dari Kementerian Sosial sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan program pendidikan tersebut.

"Itu atas usulan Menteri Sosial sebagai penanggung jawab Sekolah Rakyat," jelasnya.

Verifikasi Penerima Bantuan Mulai Dilakukan

Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur, mengatakan proses verifikasi calon penerima bantuan telah mulai dilakukan untuk memastikan penerima sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

"Sudah, sebagian sudah dimulai," kata Fitrah.

Kementerian PKP menyatakan dukungan penuh terhadap target renovasi rumah melalui program BSPS yang ditujukan bagi orangtua siswa Sekolah Rakyat yang memiliki rumah tidak layak huni.

"Kami memutuskan mengalokasikan program BSPS sejumlah yang Kementerian Sosial minta yakni 10.000 unit," ujar Maruarar.

Pemerintah menilai penyediaan hunian yang layak memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

Kolaborasi PKP dan Kemensos Dukung Sekolah Rakyat

Kementerian PKP memperkuat kerja sama lintas sektor dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk mendukung Program Sekolah Rakyat dan Program 3 Juta Rumah.

Kolaborasi tersebut difokuskan pada penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta percepatan penanganan rumah tidak layak huni.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan Program Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau masyarakat miskin dan rentan di berbagai wilayah Indonesia dengan dukungan pemerintah daerah.

Saifullah juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian PKP terhadap pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.

Saat ini Program Sekolah Rakyat telah tersebar di 166 lokasi di seluruh Indonesia.

Data program menunjukkan jumlah peserta didik mencapai sekitar 14.913 siswa dengan jumlah orangtua siswa sekitar 13.942 orang.

Pemerintah memanfaatkan data peserta didik dan keluarga Sekolah Rakyat untuk mengidentifikasi rumah yang membutuhkan perbaikan sehingga bantuan perumahan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.

Kolaborasi antara Kementerian PKP dan Kementerian Sosial diharapkan mampu mendukung keberhasilan Program Sekolah Rakyat, memperkuat ekosistem pendidikan berbasis kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup keluarga kurang mampu, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

Penulis :
Shila Glorya