
Pantau - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menargetkan sekitar 6,7 juta aparatur sipil negara (ASN) di seluruh Indonesia mengikuti program e-Learning ASN Berintegritas sebagai upaya memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan birokrasi.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyampaikan target tersebut saat peluncuran nasional e-Learning ASN Berintegritas di Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta.
Ia mengungkapkan, "Kegiatan program pembelajaran integritas berbasis e-learning ini bisa kita maksimalkan, bisa dilaksanakan oleh semua ASN yang jumlahnya cukup besar. Totalnya ada 6,7 juta."
KPK menilai metode pembelajaran berbasis e-learning memungkinkan materi integritas dan antikorupsi menjangkau ASN secara lebih luas dibandingkan metode pembelajaran konvensional.
Implementasi Nasional Dilakukan Bertahap
Setyo mengatakan implementasi program secara nasional membutuhkan waktu karena kesiapan sistem pembelajaran digital di setiap instansi masih berbeda-beda.
Perbedaan kesiapan tersebut terjadi di kementerian, lembaga pemerintah, dan pemerintah daerah.
Meski demikian, KPK melihat adanya komitmen yang kuat dari berbagai instansi untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Ia mengungkapkan, "Saya melihat adalah adanya keseriusan, komitmen, dan sinergi antara KPK dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah."
KPK menilai kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pembelajaran integritas bagi ASN di seluruh Indonesia.
Telah Diuji Coba dan Ditargetkan Tuntas pada 2029
Sebelum diluncurkan secara luas, program e-Learning ASN Berintegritas telah melalui tahap uji coba di 12 instansi.
Program tersebut kemudian diperluas ke 10 instansi tambahan pada tahun 2026 sebagai bagian dari penyempurnaan implementasi.
KPK bersama instansi terkait akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaan program agar hasilnya semakin optimal.
Setyo mengatakan, "Kami berharap implementasinya akan semakin baik. Kekurangan yang masih ada akan terus diperbaiki agar hasilnya maksimal."
Target awal implementasi pembelajaran integritas bagi seluruh ASN direncanakan tercapai pada 2029.
Namun, KPK berharap target tersebut dapat direalisasikan lebih cepat melalui penguatan kerja sama antara kementerian, lembaga pemerintah, dan pemerintah daerah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan penguatan integritas ASN merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi.
Ia mengungkapkan, "Kami ingin membangun ASN yang dipercaya masyarakat dan menjadi pilar pertumbuhan bangsa yang lebih sehat ke depan."
Menurut LAN, ASN yang berintegritas menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi, mewujudkan pemerintahan yang bersih, mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan, serta menjadi pilar pertumbuhan bangsa yang lebih sehat.
Program e-Learning ASN Berintegritas diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai integritas dan antikorupsi kepada jutaan ASN di seluruh Indonesia.
- Penulis :
- Arian Mesa





