
Pantau - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan pemerintah telah menyiapkan tiga langkah utama untuk menstabilkan harga telur ayam ras di tingkat peternak yang mengalami penurunan akibat lemahnya penyerapan pasar.
Amran mengatakan pemerintah mengambil langkah peningkatan konsumsi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), memperkuat penyerapan produksi telur, dan memberikan dukungan pakan ternak melalui program SPHP jagung.
Amran mengungkapkan, "Ada beberapa langkah kita ambil kemarin. Yang pertama adalah BGN, Kepala BGN langsung kami telepon. Yang kedua adalah penyerapan. Yang ketiga adalah pakannya, ada SPHP."
Konsumsi Telur MBG Ditingkatkan
Langkah pertama dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan konsumsi telur dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Amran menyebut Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang merespons cepat usulan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan telur dalam program tersebut.
Amran mengatakan, "Bu Nanik luar biasa, beliau katakan konsumsi telur satu biji (dalam MBG) dinaikkan menjadi tiga biji per minggu."
Dengan kebijakan tersebut, konsumsi telur dalam program MBG meningkat dari satu butir menjadi tiga butir per minggu untuk setiap penerima manfaat.
Pemerintah juga memperkuat penyerapan telur melalui Program MBG dengan pembelian yang dilakukan langsung dari koperasi dan asosiasi peternak.
Harga pembelian telur untuk kebutuhan MBG ditetapkan minimal Rp24.000 per kilogram dan akan ditingkatkan secara bertahap menuju Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram.
Offtaker Diminta Patuhi Harga Acuan dan Pakan Murah Disiapkan
Pemerintah meminta seluruh pembeli besar atau offtaker membeli telur sesuai harga yang telah ditetapkan guna mencegah harga di tingkat peternak terus turun akibat kelebihan pasokan.
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan HAP telur ayam ras di tingkat peternak sebesar Rp26.500 per kilogram.
Bapanas juga meminta seluruh pelaku usaha mematuhi harga acuan tersebut untuk melindungi pendapatan peternak.
Berdasarkan keterangan Ketua Umum Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Suwardi pada 11 Juni 2026, harga telur di tingkat produsen sempat berada di kisaran Rp21.000 per kilogram.
Harga tersebut sekitar 20 persen lebih rendah dibandingkan HAP yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain memperkuat permintaan, pemerintah juga menekan biaya produksi melalui penyediaan jagung pakan oleh Perum Bulog.
Amran mengatakan, "Pakan ternak dari jagung, dari Bulog."
Melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan, harga jagung ditetapkan Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog dan maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.
Program tersebut bertujuan membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau karena biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur.
Pemerintah Optimistis Harga Telur Kembali Naik
Pemerintah terus memantau perkembangan harga telur di lapangan, termasuk dampak masa libur sekolah yang berpotensi menurunkan penyerapan melalui Program MBG.
Meski demikian, Amran optimistis konsumsi dan harga telur akan kembali meningkat setelah kegiatan belajar mengajar berjalan normal.
Amran mengatakan, "Minimal setelah libur ini (harga telur peternak) naik lagi."
Pelaksanaan kebijakan penyerapan dan kepatuhan harga oleh offtaker berada di bawah pengawasan Satuan Tugas (Satgas) Pangan.
Pemerintah menegaskan seluruh langkah tersebut bertujuan menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan telur, menstabilkan harga di tingkat peternak, melindungi pendapatan peternak unggas, menekan biaya produksi, serta memperkuat penyerapan produksi melalui Program Makan Bergizi Gratis.
- Penulis :
- Arian Mesa





