HOME  ⁄  Nasional

Dinas Pendidikan Sigi Hentikan KBM Pascagempa, Seluruh Sekolah Diliburkan Demi Keselamatan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Dinas Pendidikan Sigi Hentikan KBM Pascagempa, Seluruh Sekolah Diliburkan Demi Keselamatan
Foto: Masyarakat korban bencan gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah sementara dirawat pada tenda darurat di lingkungan RSUD Torabelo Sigi, Rabu 17/6/2026 (sumber: ANTARA/Moh Salam)

Pantau - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh satuan pendidikan mulai 17 hingga 18 Juni 2026 pascagempa bumi yang melanda wilayah tersebut.

Kebijakan penghentian pembelajaran tatap muka berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi, Hadjar Modjo, mengatakan keputusan tersebut diambil untuk menjamin keselamatan seluruh warga sekolah.

“Keputusan ini diambil demi menjamin keselamatan seluruh warga sekolah,” ungkap Hadjar Modjo.

Pemerintah daerah mengutamakan keselamatan dan keamanan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan dalam situasi pascagempa.

Penghentian sementara pembelajaran juga dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak lanjutan akibat gempa bumi.

Pendataan Warga Sekolah dan Pemeriksaan Bangunan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi saat ini melakukan pendataan terhadap kondisi warga sekolah yang terdampak gempa.

Pendataan dilakukan untuk mengetahui kondisi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan setelah bencana terjadi.

Selain itu, dinas juga menginventarisasi dampak kerusakan sarana dan prasarana pendidikan akibat gempa.

Kerusakan bangunan sekolah menjadi salah satu fokus utama pendataan yang dilakukan pemerintah daerah.

Setiap kepala sekolah diminta bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan kondisi bangunan sekolah.

Pemeriksaan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh fasilitas pendidikan aman digunakan sebelum kegiatan belajar mengajar kembali dimulai.

Aktivitas pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan setelah kondisi dinyatakan aman dan pemeriksaan bangunan sekolah selesai dilakukan.

BPBD Catat Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, gempa bumi menyebabkan kerusakan cukup luas di Kabupaten Sigi.

Sebanyak 800 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa.

Dari jumlah tersebut, 720 rumah mengalami kerusakan ringan.

Sebanyak 68 rumah mengalami kerusakan sedang.

Sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan berat.

Selain rumah warga, gempa juga menyebabkan kerusakan pada dua unit kantor pemerintahan.

Sebanyak 15 sarana ibadah turut terdampak bencana tersebut.

Satu unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa.

Gempa juga merusak satu jembatan yang menghubungkan Desa Kamora B dan Desa Tongoa.

Kerusakan jembatan tersebut berpotensi mengganggu mobilitas warga di wilayah terdampak.

Selama masa libur darurat, peserta didik diminta tetap berada di lingkungan yang aman.

Orang tua diharapkan melakukan pengawasan terhadap anak-anak selama kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara.

Pemerintah daerah juga mengimbau agar siswa tidak berada di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka.

Pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap dampak gempa bumi di Kabupaten Sigi sebagai bagian dari upaya mitigasi dan perlindungan warga sekolah.

Penulis :
Leon Weldrick