billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

Polda Metro Jaya Siagakan 4.131 Personel untuk Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Polda Metro Jaya Siagakan 4.131 Personel untuk Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakarta
Foto: (Sumber :Massa dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur memegang poster saat berunjuk rasa di Jakarta, Rabu (17/6/2026). Mereka menyatakan dukungan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan karena bermanfaat untuk anak-anak dan warga lanjut usia (lansia). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj. (ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH).)

Pantau - Polda Metro Jaya menyiagakan 4.131 personel gabungan untuk mengamankan sejumlah aksi unjuk rasa yang berlangsung di berbagai titik di DKI Jakarta pada Kamis (18/6/2026) guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Ribuan Personel Disiagakan di Titik Strategis

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan personel gabungan tersebut akan ditempatkan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat konsentrasi massa.

"Polda Metro Jaya menyiapkan 4.131 personel gabungan untuk melayani dan mengamankan kegiatan penyampaian pendapat masyarakat. Kehadiran personel di lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya," kata Budi.

Ia menjelaskan jumlah personel tersebut terdiri atas 2.359 personel Polda Metro Jaya, 372 personel jajaran Polres, dan 1.400 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO).

Pengamanan tambahan melibatkan 200 personel TNI, 900 personel Korbrimob, serta 300 personel Korsabhara.

Budi menyebutkan personel akan ditempatkan di kawasan Monas, Bundaran HI dan Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, serta Gedung Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Menurutnya, sejumlah elemen mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan dijadwalkan menyampaikan aspirasi di kawasan Monas, sementara kelompok massa lainnya akan berkumpul di Bundaran HI, Dukuh Atas, dan Gedung Kemenaker.

Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis

Polda Metro Jaya menegaskan pola pengamanan yang diterapkan mengutamakan langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran selama aksi berlangsung.

Petugas juga disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas, mengamankan objek vital, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.

"Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Seluruh personel telah diingatkan untuk bertindak sesuai prosedur, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan keselamatan masyarakat, peserta aksi, dan petugas," ujarnya.

Pihak kepolisian juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Masyarakat diimbau menghindari kawasan yang menjadi titik konsentrasi unjuk rasa apabila tidak memiliki kepentingan mendesak untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepada peserta aksi, silakan menyampaikan pendapat secara tertib, damai, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak merusak fasilitas umum, dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya," kata Budi.

Polda Metro Jaya turut meminta masyarakat segera melapor melalui layanan kepolisian terdekat atau Call Center 110 apabila menemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Penulis :
Aditya Yohan
Kemenkeu 2026