billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

Banyuwangi Laporkan Progres Sekolah Rakyat ke Kemensos, Pembangunan Gedung Capai 75 Persen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Banyuwangi Laporkan Progres Sekolah Rakyat ke Kemensos, Pembangunan Gedung Capai 75 Persen
Foto: (Sumber :Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menemui Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta. Kamis (18/6/2026). ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi.)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memaparkan progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi serta Program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) kepada Kementerian Sosial dalam pertemuan antara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis (18/6).

Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, saat ini telah mencapai lebih dari 75 persen.

"Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum tengah membangun gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, dan progresnya telah mencapai lebih dari 75 persen," ujar Ipuk.

Sekolah Rakyat Dibangun di Lahan 7 Hektare

Ipuk menjelaskan selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan Sekolah Rakyat sementara menempati Balai Diklat milik Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin dan kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar.

Sekolah Rakyat tersebut dibangun di atas lahan sekitar tujuh hektare milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Menurut Ipuk, sekolah itu dirancang dengan konsep modern berstandar internasional yang mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA.

Fasilitas yang disiapkan meliputi gedung sekolah dua lantai untuk setiap jenjang, asrama putra dan putri, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dapur, serta kantin untuk masing-masing jenjang pendidikan.

Selain itu, kawasan sekolah juga akan dilengkapi lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, green house, rumah pompa, gudang perawatan, instalasi limbah dapur, area parkir, dan pos jaga.

Usulkan Ekstrakurikuler BMX untuk Cetak Atlet Muda

Dalam pertemuan dengan Menteri Sosial, Ipuk juga mengusulkan agar siswa Sekolah Rakyat nantinya mendapatkan kegiatan ekstrakurikuler BMX.

Usulan tersebut disampaikan karena lokasi sekolah berdampingan dengan Sirkuit BMX Muncar yang telah berstandar internasional.

"Anak-anak nanti bisa diberi ekstrakurikuler BMX karena dekat dengan Sirkuit Muncar, agar bisa mencetak atlet muda berbakat," ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan potensi dan prestasi siswa melalui berbagai fasilitas yang tersedia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Kemenkeu 2026