billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Ajak Penguatan Konektivitas Ekonomi Lintas Kawasan dalam Forum Bisnis Internasional di Uzbekistan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Indonesia Ajak Penguatan Konektivitas Ekonomi Lintas Kawasan dalam Forum Bisnis Internasional di Uzbekistan
Foto: Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti berbicara dalam forum internasional bertajuk "From Uzbekistan to the Gulf and Beyond: Trade Opportunities Business Forum", yang diselenggarakan Kadin Uzbekistan di Tashkent, Uzbekistan, Selasa 16/6/2026 (sumber: Kemendag)

Pantau - Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti mengajak penguatan konektivitas ekonomi lintas kawasan dalam forum From Uzbekistan to the Gulf and Beyond: Trade Opportunities Business Forum yang digelar Kamar Dagang dan Industri Uzbekistan di Tashkent, Uzbekistan, pada 16 Juni 2026.

Roro Esti menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi ekonomi di tengah dinamika dan ketidakpastian global yang terus berkembang.

Mengutip Presiden RI Prabowo Subianto, Roro Esti menyampaikan prinsip, "seribu teman masih terlalu sedikit, sementara satu musuh sudah terlalu banyak."

Prinsip tersebut menjadi dasar Indonesia dalam membangun kemitraan dan memperluas kerja sama dengan berbagai negara.

"Karena itu, Indonesia terus mendorong keterlibatan yang aktif dengan berbagai negara dan kawasan melalui kerja sama perdagangan, investasi, dan kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan", ungkap Roro Esti.

Forum tersebut mempertemukan menteri dan wakil menteri bidang perdagangan dan ekonomi, pimpinan kamar dagang, serta pelaku usaha dari berbagai negara untuk membahas peluang penguatan perdagangan, investasi, dan konektivitas ekonomi lintas kawasan.

Kehadiran peserta dari Asia Tengah, Timur Tengah, dan Asia Tenggara menunjukkan komitmen bersama untuk memperluas kerja sama ekonomi antarwilayah.

Indonesia meyakini bahwa penguatan dialog dan konektivitas perdagangan menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Uzbekistan Dinilai Strategis bagi Indonesia

Roro Esti menilai Uzbekistan memiliki posisi strategis sebagai penghubung Indonesia dengan kawasan Asia Tengah.

Menurutnya, Indonesia dan Uzbekistan memiliki fondasi kerja sama yang kuat karena kesamaan semangat memperluas kerja sama ekonomi, kedekatan sejarah, serta hubungan antarmasyarakat yang baik.

"Indonesia dan Uzbekistan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan peluang ekonomi Asia Tenggara dan Asia Tengah. Dengan memperkuat kemitraan dan konektivitas, kita dapat menciptakan lebih banyak perdagangan, investasi, dan kesejahteraan bagi masyarakat kedua negara", ujar Roro Esti.

Potensi kerja sama kedua negara tercermin dari peningkatan perdagangan bilateral yang terus berkembang.

Nilai perdagangan Indonesia dan Uzbekistan pada 2025 mencapai sekitar 181 juta dolar AS.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Uzbekistan meliputi margarin, lemak nabati, sabun, dan berbagai produk manufaktur lainnya.

Sementara itu, impor Indonesia dari Uzbekistan didominasi pupuk kalium, pulp serat, dan aluminium.

Momentum hubungan ekonomi kedua negara semakin diperkuat dengan dimulainya perundingan Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement atau IU-FTA pada Maret 2026.

Perundingan tersebut ditujukan untuk membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan perdagangan dan investasi, serta menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha kedua negara.

Dorong Peran UMKM dan Perluasan Akses Pasar Global

Roro Esti juga menyoroti pentingnya peran usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional.

Kontribusi UMKM terhadap perekonomian mencapai sekitar 60 persen di Indonesia dan sekitar 55 persen di Uzbekistan.

"Pemerintah dapat menciptakan kerangka kerja sama dan membuka akses pasar. Namun, keberhasilan pemanfaatan peluang ekonomi pada akhirnya ditentukan oleh pelaku usaha. Karena itu, penguatan kemitraan antarpelaku usaha atau business to business menjadi sangat penting", kata Roro Esti.

Dalam forum tersebut, Roro Esti turut menjelaskan berbagai upaya Indonesia dalam memperluas akses pasar internasional melalui sejumlah perundingan perdagangan bebas.

Salah satu perundingan yang sedang berlangsung adalah perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan negara-negara anggota Gulf Cooperation Council.

Berbagai inisiatif perdagangan itu menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat keterhubungan ekonomi global.

Roro Esti juga mengundang pelaku usaha internasional untuk mengikuti Trade Expo Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026.

"Indonesia siap menjadi mitra yang konstruktif dan terpercaya bagi negara-negara di Asia Tengah, kawasan Teluk, dan berbagai kawasan lainnya. Kami optimistis kolaborasi yang semakin erat akan membuka peluang pertumbuhan dan kemakmuran bersama", ungkapnya.

Penulis :
Shila Glorya
Kemenkeu 2026