
Pantau - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mempercepat pengembangan ekosistem halal nasional melalui kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi, industri, dan lembaga pendukung guna memperkuat daya saing produk halal Indonesia.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan penguatan ekosistem halal membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari dunia akademik, pelaku usaha, lembaga pendukung, hingga sektor pembiayaan.
“Industri halal bukan sekadar bisnis besar, tetapi telah menjadi giant business (bisnis raksasa). Kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia sangat signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa halal bukan hanya menjadi kebutuhan keagamaan semata, tetapi juga bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi nasional,” ungkap Haikal dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara BPJPH dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Pusat Investasi Pemerintah (PIP), dan PT Arga Bangun Bangsa.
Perkuat SDM dan Literasi Halal
Melalui kerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, BPJPH akan memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia, riset, inovasi, edukasi, literasi halal, serta pengabdian kepada masyarakat.
BPJPH menilai peran perguruan tinggi sangat penting dalam menciptakan inovasi dan memperluas pemahaman masyarakat terkait industri halal yang terus berkembang.
Fasilitasi Sertifikasi Halal dan Pemanfaatan AI
Sementara itu, kerja sama dengan Pusat Investasi Pemerintah menjadi langkah strategis untuk memperluas akses sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil penerima pembiayaan.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing usaha, memperluas akses pasar, serta memperkuat keberlanjutan bisnis para pelaku UMK.
Di sisi lain, BPJPH juga menggandeng PT Arga Bangun Bangsa untuk memperkuat ekosistem Jaminan Produk Halal melalui pengembangan manajemen talenta berbasis artificial intelligence (AI), peningkatan kompetensi SDM, optimalisasi sistem organisasi, pengembangan learning management system (LMS), serta penguatan budaya kerja.
“Halal telah berkembang menjadi bagian penting dari ekonomi modern. Karena itu, penguatan ekosistem halal harus dilakukan secara bersama-sama melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Haikal.
Bidik Indonesia Jadi Pusat Produk Halal Dunia
BPJPH berharap kolaborasi multipihak tersebut dapat mempercepat penguatan ekosistem halal nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk halal Indonesia di pasar global.
“Melalui kolaborasi multipihak tersebut, BPJPH berharap penguatan ekosistem halal nasional dapat dipercepat, untuk meningkatkan daya saing produk halal Indonesia, serta terwujudnya visi bersama untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produsen produk halal dunia,” kata Haikal.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








