billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

PHDI dan Prajaniti Bahas Pembangunan Pura IKN serta Usulan Lahan Pendidikan dengan Kepala OIKN

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

PHDI dan Prajaniti Bahas Pembangunan Pura IKN serta Usulan Lahan Pendidikan dengan Kepala OIKN
Foto: Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) bersama Prajaniti Hindu Indonesia usai beraudiensi ke Otorita Kepala Ibu Kota Nusantara (sumber: PHDI)

Pantau - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) bersama Prajaniti Hindu Indonesia melakukan audiensi dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, di Kantor OIKN, Kalimantan Timur, untuk membahas pembangunan Pura IKN sebagai rumah ibadah umat Hindu serta usulan penyediaan lahan pendidikan di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Ketua Umum Prajaniti Hindu Indonesia, KS Arsana, menjelaskan bahwa audiensi tersebut juga menjadi tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara perwakilan PHDI dan Prajaniti dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

"Maksud kedatangan kami adalah terkait Pura IKN, kemudian menyampaikan undangan kepada Bapak Basuki Hadimuljono untuk menerima Prajaniti Award, serta permohonan lokasi untuk pendidikan di area IKN," ungkap Arsana.

Dalam pertemuan tersebut, Basuki didampingi oleh jajaran pimpinan OIKN yakni Bima Adi Nursanthyasto, Aswin Grandiarti, dan IGA Krisna Murti.

Dari pihak PHDI hadir unsur tiga organ majelis yang terdiri atas Sabha Pandita, Sabha Walaka, dan Pengurus Harian.

Prajaniti dipimpin langsung oleh Ketua Umum KS Arsana bersama jajaran pengurus pusat dan daerah.

PHDI Tegaskan Keterlibatan Sejak Awal Perencanaan

Ketua Sabha Walaka PHDI, I Nengah Dana, mengatakan PHDI telah terlibat aktif dalam proses pembangunan Pura IKN sejak tahap perencanaan awal.

Keterlibatan tersebut dilakukan melalui pemberian masukan kepada dewan juri lomba desain pura, pembahasan lokasi rumah ibadah, serta pendampingan dalam proses perencanaan.

"PHDI telah menjadi mitra pemerintah selama 67 tahun dan dalam konteks pembangunan Pura IKN kami telah aktif sejak awal perencanaan," ujar I Nengah Dana.

Dharma Adhyaksa PHDI, Ida Pedanda Nabe Gede Bang Buruan Manuaba, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian terhadap kebutuhan umat Hindu di IKN.

Ia menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara OIKN, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, dan PHDI.

"Dalam Kekawin Ramayana disampaikan bahwa pemerintah dan pendeta wajib saling mengisi untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.

OIKN Siap Tindak Lanjuti Usulan Pendidikan

Basuki Hadimuljono menyampaikan apresiasi atas kunjungan PHDI dan Prajaniti serta dukungan yang diberikan terhadap pembangunan IKN.

"Saya sangat menghargai budaya, tradisi, dan agama. Tentu kami akan senantiasa berkoordinasi dengan Dirjen Bimas Hindu sesuai yang disampaikan Ida Dharma Adhyaksa," ungkap Basuki.

Basuki juga menyatakan akan menindaklanjuti usulan penyediaan lahan untuk fasilitas pendidikan di kawasan IKN.

Bagi PHDI dan Prajaniti, pembangunan Pura IKN tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sarana ibadah umat Hindu di ibu kota baru.

Pembangunan pura tersebut juga dinilai memiliki nilai historis karena Kalimantan Timur, khususnya kawasan Kutai, memiliki jejak panjang peradaban Hindu di Nusantara.

Selain membahas rumah ibadah, audiensi tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara organisasi keumatan Hindu dan pemerintah dalam mendukung pembangunan IKN yang inklusif serta mencerminkan keberagaman Indonesia.

Pertemuan ditutup dengan penyerahan cenderamata berupa buku "Lawar Leadership" kepada Kepala OIKN.

Setelah audiensi berakhir, rombongan PHDI dan Prajaniti meninjau kawasan Istana Kepresidenan IKN.

Penulis :
Shila Glorya
Kemenkeu 2026