billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

Kemen P2MI dan Kemlu Perkuat Sinergi untuk Sukseskan Program SMK Go Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemen P2MI dan Kemlu Perkuat Sinergi untuk Sukseskan Program SMK Go Global
Foto: Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani berfoto bersama para pekerja migran Indonesia dalam acara pelepasan PMI ke Korea Selatan di Depok, Jawa Barat, Senin 8/6/2026 (sumber: KemenP2MI)

Pantau - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memperkuat sinergi untuk mendukung pelaksanaan Program SMK Go Global melalui koordinasi antarkementerian yang melibatkan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani dan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir.

Christina Aryani mengatakan bahwa pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan pelaksanaan Program SMK Go Global yang merupakan salah satu program direktif Presiden Prabowo Subianto.

“Pertemuan ini berguna untuk koordinasi kesiapan pelaksanaan Program SMK Go Global yang menjadi salah satu program direktif Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya.

Peran Strategis Kemlu dalam Penempatan PMI

Christina menilai Kemen P2MI dan Kemlu memiliki hubungan kerja yang strategis dalam pelindungan dan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI).

Menurut dia, keberadaan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri memiliki peran penting dalam mendukung proses penempatan pekerja migran yang aman dan legal.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan Kemlu sebagai mitra utama melalui dukungan seluruh perwakilan RI di luar negeri, terutama dalam proses verifikasi job order dan pelindungan pekerja migran Indonesia,” katanya.

Ia menegaskan dukungan Kemlu diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan penempatan PMI berjalan sesuai ketentuan serta memberikan perlindungan kepada pekerja migran di negara tujuan.

Integrasi Sistem dan Ukuran Keberhasilan Program

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas evaluasi integrasi sistem dan data antar-kementerian yang dinilai krusial dalam pelaksanaan Program SMK Go Global.

Christina menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan calon pekerja migran, tetapi juga memastikan para lulusan dapat terserap ke pasar kerja internasional.

“Program SMK Go Global memiliki orientasi berbeda dan kita tidak hanya melatih calon pekerja migran, tetapi juga memastikan mereka dapat ditempatkan. Karena itu, ukuran keberhasilannya adalah penempatan yang nyata,” ujarnya.

Menurut Christina, keberhasilan program akan diukur dari jumlah lulusan yang benar-benar berhasil ditempatkan bekerja di luar negeri.

Kemen P2MI saat ini telah memiliki Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) yang memuat seluruh proses penempatan pekerja migran Indonesia.

Sistem tersebut telah terkoneksi dengan beberapa perwakilan RI melalui Sistem Peduli WNI untuk mendukung proses verifikasi dan pengawasan penempatan pekerja migran.

“Peran perwakilan RI sangat penting karena mereka yang melakukan verifikasi terhadap job order yang masuk ke sistem. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh proses berjalan baik dan tidak ada hambatan ketika program tersebut mulai dijalankan secara masif,” kata Christina.

Verifikasi terhadap job order oleh perwakilan RI menjadi bagian penting dalam memastikan legalitas dan keamanan proses penempatan pekerja migran Indonesia ketika Program SMK Go Global mulai dijalankan secara luas.

Penulis :
Arian Mesa
Kemenkeu 2026