
Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau kelas persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika di SD Muhammadiyah Lamongan (SD Muhla), Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, untuk melihat kesiapan siswa menghadapi kompetisi tingkat berikutnya.
Para peserta yang berasal dari kelas 4 dan 5 diketahui baru mengikuti OSN tingkat kabupaten dan saat ini menjalani pembelajaran menggunakan Interactive Flat Panel (IFP) serta berbagai alat peraga interaktif.
Apresiasi Kemampuan Akademik dan Kepercayaan Diri Siswa
Fajar mengapresiasi kemampuan para siswa yang dinilai memiliki keberanian tampil serta kemampuan berbahasa Inggris yang baik.
“Anak-anak di sini luar biasa. Mereka berani tampil dan banyak yang fasih berbahasa Inggris. Ini merupakan modal penting untuk melahirkan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan,” ungkapnya.
Selain meninjau pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar, Fajar juga melihat langsung pelaksanaan program penguatan karakter yang diterapkan sekolah.
Ia mendorong para murid untuk tidak takut mencoba dan tidak khawatir melakukan kesalahan selama proses belajar.
“Yang penting itu adik-adik punya keberanian tampil. Lalu mengerjakan, mengikuti prosesnya. Soal benar atau salah itu nomor dua,” ujarnya.
Tekankan Keseimbangan Teknologi dan Kehidupan Sosial
Dalam kunjungan tersebut, Fajar juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dengan aktivitas sosial dan pembentukan karakter.
Ia meminta siswa tidak terlalu bergantung pada gawai maupun media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
“Rajin beribadah, gemar belajar, dan aktif bermasyarakat jangan hanya dihafal, tetapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Fajar menilai penguatan karakter yang konsisten berjalan seiring dengan capaian akademik SD Muhammadiyah Lamongan yang tergolong tinggi.
Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), rata-rata nilai Matematika dan Bahasa Indonesia sekolah tersebut mencapai 90,6.
Nilai tertinggi Matematika tercatat sebesar 93,33, sedangkan nilai tertinggi Bahasa Indonesia mencapai 96,33.
Menurut Fajar, capaian tersebut merupakan hasil perpaduan antara pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pembiasaan karakter yang dilakukan secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





