HOME  ⁄  Nasional

Wali Kota Eri Cahyadi Mengajak Siswa Sekolah Rakyat Surabaya Menanamkan Karakter Gotong Royong Sejak Dini

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Wali Kota Eri Cahyadi Mengajak Siswa Sekolah Rakyat Surabaya Menanamkan Karakter Gotong Royong Sejak Dini
Foto: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya, Rabu 5/8/2026 (sumber: Pemkot Surabaya)

Pantau - Ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Surabaya antusias mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar di kawasan Kecamatan Bulak, Surabaya, Rabu (5/8/2026), dengan dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

Eri Tekankan Pentingnya Karakter dan Nilai Pancasila

Eri Cahyadi menyampaikan bahwa setiap pelajar harus memiliki karakter yang baik serta menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai bekal menghadapi masa depan.

Ia mengatakan, "Mulai dari menanamkan rasa gotong royong, tolong menolong, hingga saling menghormati satu sama lain."

Menurut Eri, pelajar yang memiliki nilai gotong royong, kepedulian, dan sikap saling menghormati akan memiliki bekal untuk menjadi pemimpin besar pada masa mendatang.

Ia menegaskan, "Percuma menjadi seorang pemimpin kalau tidak bisa menolong, percuma menjadi seorang pemimpin kalau tidak pernah menciptakan kedamaian, dan percuma sebagai seorang pemimpin kalau tidak punya jiwa sosial yang tinggi. Ini lah yang disiapkan oleh beliau (Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto), maka anak-anakku jangan sia-siakan apa yang disiapkan dan dibangun oleh presiden kita."

Apresiasi Sekolah Rakyat untuk Anak-Anak Surabaya

Eri Cahyadi juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Surabaya.

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi kesempatan penting bagi anak-anak yang mengalami kesulitan memperoleh pendidikan karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Ia mengungkapkan, "Karena Sekolah Rakyat Ini adalah untuk anak-anak kita, aset-aset bangsa yang memang tidak bisa mendapatkan pendidikan karena kondisi orang tua, karena keuangan orang tua, sehingga tidak mendapatkan pendidikan dan sulit."

Eri meyakini para siswa Sekolah Rakyat memiliki semangat gotong royong yang tinggi, mampu menghargai sesama, serta telah memiliki kemandirian sejak usia dini.

Ia mengatakan, "Kemandirian anak-anak di sekolah ini sudah terbentuk sejak usia dini. Kalau kata Pak Presiden mereka ini sudah memiliki karakter petarung, ya ini Sekolah Rakyat ini diajarkan karakter petarung."

Saat ini Sekolah Rakyat di Kecamatan Bulak menampung sebanyak 368 siswa.

Sebanyak 270 di antaranya merupakan peserta didik baru yang berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

Sementara itu, peserta didik lainnya merupakan siswa yang berasal dari rintisan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Eri mengatakan, “Sisanya itu siswa yang dari rintisan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) masuk ke sini.”

Penulis :
Leon Weldrick