
Pantau - Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) merilis hasil survei yang menunjukkan figur Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep dinilai memperkuat citra PSI sebagai partai anak muda sekaligus memperluas pengenalan partai di tengah masyarakat.
Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI Fernando Emas mengatakan daya tarik Kaesang tidak hanya berasal dari statusnya sebagai putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo, tetapi juga karena dianggap mewakili generasi muda.
"Figur Kaesang dinilai dapat memperluas jangkauan pengenalan publik terhadap PSI serta dapat membawa semangat pembaruan," ungkap Fernando.
Hasil survei menunjukkan 69,7 persen responden menilai kepemimpinan Kaesang mampu memperkuat citra PSI sebagai partai yang dekat dengan Jokowi.
Sebanyak 68,2 persen responden juga mengaku ketertarikan mereka terhadap PSI turut dipengaruhi oleh figur Kaesang.
Representasi Generasi Muda Jadi Daya Tarik Utama
Survei LPI menemukan bahwa 72 persen responden menilai Kaesang merupakan representasi generasi muda, menjadi alasan paling dominan yang membuat sosoknya menarik bagi publik.
Selain itu, 65 persen responden menilai Kaesang dapat membuat PSI semakin dikenal masyarakat.
Sebanyak 61 persen responden juga menilai Kaesang membawa semangat pembaruan dalam dunia politik.
Fernando mengungkapkan bahwa faktor Kaesang dan Jokowi saling memperkuat dalam membangun identitas PSI di mata publik.
"Tetapi, dua hal ini, baik faktor Jokowi dan faktor Kaesang, pada akhirnya saling memperkuat satu sama lain dalam membentuk citra PSI sebagai partai anak muda yang diasosiasikan sebagai representasi politik Jokowi," ujarnya.
Citra Positif Belum Berbanding Lurus dengan Elektabilitas
Meski memperoleh citra positif, survei tersebut menunjukkan elektabilitas PSI masih berada di bawah ambang batas parlemen.
Hasil survei mencatat PSI hanya meraih 1,9 persen suara nasional jika pemilu dilaksanakan saat ini.
Angka tersebut berada di bawah PPP yang memperoleh 2,8 persen dan sedikit di atas Perindo yang meraih 1 persen.
"Dengan kata lain, masih berada di bawah ambang batas parlemen (threshold) atau sebesar 4 persen (PT) suara nasional," kata Fernando.
Sementara itu, lima partai dengan elektabilitas tertinggi dalam survei tersebut adalah Gerindra 21,9 persen, PDI Perjuangan 19 persen, Golkar 8,1 persen, PKB 7,9 persen, dan PKS 4,7 persen.
Fernando menilai loyalitas publik terhadap Jokowi masih kuat, namun belum cukup untuk mendorong perpindahan dukungan politik secara signifikan kepada PSI.
"Jika tidak, popularitas yang menyertai nama Jokowi berisiko hanya menjadi citra di permukaan tanpa pernah benar-benar berubah menjadi suara di kotak pemilu," ungkapnya.
Metodologi Survei
Survei bertajuk Pengaruh Sosok Jokowi terhadap Citra PSI dalam Pandangan Masyarakat ini dilakukan secara daring pada 10-17 Juni 2026 di 32 provinsi.
Sebanyak 1.922 responden berusia 17 tahun ke atas atau yang telah memiliki hak pilih dilibatkan dalam survei tersebut.
Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dan stratified quota sampling berdasarkan wilayah, jenis kelamin, usia, serta tingkat pendidikan.
Survei memiliki margin of error sebesar ±2,54 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
- Penulis :
- Aditya Yohan





