HOME  ⁄  Nasional

Taruna Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Meninggal Dunia Setelah Dirawat Intensif

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Taruna Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Meninggal Dunia Setelah Dirawat Intensif
Foto: (Sumber :Sejumlah korban ledakan kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, Aceh, Jumat (12/6/2026). ANTARA FOTO/Akramul Muslim.)

Pantau - Salah seorang taruna Politeknik Pelayaran Malahayati yang menjadi korban ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2, Fahri Herdi Eko (19), meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

Korban Meninggal Setelah Kondisinya Menurun di Ruang ICU

Kepala Bagian Humas RSUD Zainoel Abidin Rahmadi mengatakan Fahri mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (20/6) malam.

"Pasien meninggal dunia di hadapan keluarga dan perawat di ruang ICU 1 semalam (20/6) sekitar pukul 22.50 WIB," ungkap Rahmadi.

Menurut Rahmadi, kondisi korban mengalami penurunan sekitar pukul 21.00 WIB sehingga tim medis melakukan pemeriksaan lanjutan.

Namun, upaya penanganan yang dilakukan tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.

Setelah proses fardhu kifayah dan shalat jenazah di Masjid Raudhatul Jannah RSUD Zainoel Abidin, jenazah langsung diberangkatkan menuju Medan, Sumatera Utara.

"Pukul 01.50 WIB jenazah dibawa pulang ke Medan, Sumatera Utara menggunakan ambulans. Semoga semua amal ibadahnya diterima, ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT," ujar Rahmadi.

ASDP Sampaikan Duka dan Dukung Investigasi

Insiden ledakan terjadi di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 yang melayani rute Banda Aceh-Sabang saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada Jumat (12/6).

Peristiwa tersebut mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar yang terdiri atas 14 mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati dan satu anak buah kapal.

Seluruh korban sempat menjalani perawatan medis di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

General Manager ASDP Cabang Banda Aceh Andri Setiawan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Fahri Herdi Eko.

"ASDP juga menyampaikan simpati yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan dan berharap diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi duka ini," kata Andri.

Ia menegaskan perusahaan terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban dan para korban lain yang masih menjalani perawatan.

"Kita akan terus hadir memberikan dukungan dan pendampingan kepada keluarga almarhum serta para korban lainnya yang masih menjalani perawatan," ungkapnya.

ASDP juga menyatakan tetap berkoordinasi dengan pihak berwenang dan mendukung penuh proses investigasi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan tersebut.

"Perusahaan menghormati proses yang sedang berlangsung dan berkomitmen menindaklanjuti setiap hasil evaluasi sebagai bagian dari upaya penguatan aspek keselamatan operasional," ujar Andri.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan