
Pantau - Pemerintah Kota Surabaya mendorong penguatan industri kreatif melalui penyelenggaraan Surabaya Fashion Festival (SFF) 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya.
Jalan Tunjungan Disulap Menjadi Catwalk Raksasa
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya M. Fikser mengatakan Surabaya Fashion Festival yang memasuki tahun kedua diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
"Surabaya Fashion Festival merupakan tahun kedua. Harapan kami, warga Surabaya bisa menikmati kegiatan ini dan pelaksanaannya dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi geliat ekonomi dan sektor kreatif di Kota Surabaya," ungkap Fikser.
Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia busana, seni, budaya, dan industri kreatif dalam satu rangkaian kegiatan di kawasan ikonik Jalan Tunjungan.
Konsep tersebut memberikan kesempatan bagi desainer lokal dan pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat luas.
"Jalan Tunjungan telah disulap menjadi catwalk raksasa, tempat bersatunya seni, budaya, dan inovasi busana dalam Surabaya Fashion Festival 2026," ujarnya.
Libatkan Ribuan Peserta dan Pelaku UMKM
Surabaya Fashion Festival 2026 berlangsung selama tiga hari mulai 19 hingga 21 Juni 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan seperti parade busana, festival kuliner UMKM, lomba mewarnai, kompetisi tari tradisional dan kreasi, lomba keterampilan baris-berbaris, pertunjukan DJ, hingga kompetisi marching band.
Fikser menyebut festival tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan.
"Tak hanya menjadi ajang pertunjukan, festival ini juga melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai komunitas, desainer, pelaku UMKM, penjahit lokal, perias wajah (makeup artist), hingga pedagang kaki lima yang ikut merasakan dampak meningkatnya aktivitas ekonomi selama acara berlangsung," katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung produk dalam negeri dan karya para desainer lokal.
"Mari jadikan festival ini sebagai momentum untuk terus mencintai produk lokal. Banggalah memakai busana karya anak negeri dan banggalah dengan kreativitas desainer Surabaya, sehingga industri kreatif dan perekonomian Kota Surabaya semakin kuat," ungkap Fikser.
Ketua Panitia SFF 2026 Djoko Setyo mengatakan kegiatan tersebut melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
"Paskibra ada 27 tim, per tim nya 30-40 anak dari sekolah SMP dan SMA di Kota Surabaya. Lalu peserta Parade Surabaya Fashion Festival 2026 ada 1.643, dan ada 10 komunitas budaya nusantara dengan jumlah 530 orang," kata Djoko.
- Penulis :
- Aditya Yohan





