
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan darurat terhadap tanggul laut yang jebol akibat banjir rob di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus diintensifkan oleh tim gabungan untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Peristiwa banjir rob terjadi pada Sabtu (20/6) sekitar pukul 16.25 WIB saat kenaikan muka air laut disertai runtuhnya struktur tanggul laut penahan rob yang mengakibatkan genangan di kawasan permukiman warga dan area pertambakan.
“Kondisi tersebut dipicu oleh kenaikan muka air laut yang disertai runtuhnya struktur tanggul laut penahan rob, sehingga menggenangi kawasan permukiman padat penduduk serta puluhan hektare area tambak budi daya di sekitarnya,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Ratusan Warga dan Puluhan Hektare Tambak Terdampak
BNPB mencatat dampak banjir rob terpusat di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, dengan sedikitnya 127 kepala keluarga terdampak langsung.
Sebanyak 73 unit rumah warga dilaporkan terendam akibat genangan air laut yang masuk ke kawasan permukiman.
Selain itu, sekitar 85 hektare lahan pertambakan produktif ikut tergenang sehingga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Akses jalan desa sepanjang kurang lebih 2,3 kilometer juga sempat lumpuh karena tertutup limpasan air rob.
Perbaikan Tanggul dan Distribusi Bantuan Dipercepat
BPBD Kabupaten Pati telah menyalurkan bantuan logistik pangan darurat kepada warga terdampak sebagai langkah penanganan awal.
Pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran stimulus sebesar Rp60 juta untuk memperbaiki tanggul laut yang mengalami kerusakan.
Penanganan teknis diperkuat dengan bantuan material geotekstil dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, perbaikan bagian tanggul yang ambrol, penyusunan karung tanah atau sandbag, serta pemasangan waring penanda di area tambak.
BNPB mengonfirmasi genangan air laut di Desa Tunggulsari mulai berangsur surut dan hingga kini tidak ada warga yang mengungsi.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap menyiagakan balai desa dan polindes sebagai lokasi evakuasi sementara guna mengantisipasi kemungkinan pasang laut susulan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





