HOME  ⁄  Nasional

Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Pejabat ke Istana, Bahas Listrik hingga Kerja Sama Pendidikan dengan Imperial College

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Pejabat ke Istana, Bahas Listrik hingga Kerja Sama Pendidikan dengan Imperial College
Foto: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 22/6/2026 (sumber: ANTARA/Fathur Rochman)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin siang, termasuk Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Rosan Roeslani tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 13.20 WIB berdasarkan pantauan ANTARA.

Rosan datang dengan tergesa-gesa dan tidak memberikan penjelasan mengenai agenda pertemuannya dengan Presiden Prabowo.

Saat ditanya wartawan, Rosan mengatakan, "Mohon maaf sudah agak telat nih."

Sebelum kedatangan Rosan, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo beserta jajaran telah lebih dahulu tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 12.00 WIB.

Darmawan dan jajaran PLN datang untuk melaporkan kepada Presiden terkait pemadaman bergilir yang terjadi di Pulau Jawa.

Pertemuan Bahas Laporan Pemadaman Listrik

Kedatangan jajaran PT PLN (Persero) dilakukan di tengah perhatian terhadap pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Laporan tersebut disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta.

Hingga kedatangan Rosan Roeslani, belum ada penjelasan resmi mengenai agenda khusus yang dibahas antara Menteri Investasi dan Hilirisasi dengan Presiden.

Brian Yuliarto Antar Profesor Imperial College London

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwa dirinya datang ke Istana untuk mengantar seorang profesor dari Imperial College London.

"Ada mengantar profesor dari Imperial College terkait kerja sama Indonesia dengan Imperial College," ungkap Brian.

Menurut Brian, kerja sama antara Indonesia dan Imperial College London akan berfokus pada bidang pendidikan.

Sebelumnya, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menyampaikan harapannya agar universitas-universitas yang tergabung dalam Russell Group dapat segera hadir di Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan Jermey saat acara King's Birthday Party di Jakarta pada 10 Juni 2026.

Menurut Jermey, dukungan Presiden Prabowo terhadap rencana tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Inggris.

"Presiden (Prabowo) juga mendukung pendirian kampus Russell Group, yaitu kampus universitas elit Inggris, di Jakarta, dan saya berharap kampus tersebut akan segera dibuka," ujar Jermey.

Russell Group merupakan asosiasi yang menaungi 24 universitas riset terkemuka di Inggris.

Beberapa universitas yang tergabung dalam Russell Group antara lain University of Oxford, University of Cambridge, dan Imperial College London.

Jermey menjelaskan bahwa sejumlah universitas Inggris telah lebih dahulu membuka program pendidikan di Indonesia.

Universitas tersebut antara lain King's College London yang membuka program pendidikan di Malang, Lancaster University di Bandung, serta Deakin University di Bandung.

Menurut Jermey, kehadiran institusi pendidikan internasional di Indonesia memberikan peluang yang lebih luas bagi pelajar Indonesia.

Pelajar Indonesia dapat memperoleh pendidikan berstandar internasional tanpa harus melanjutkan studi ke luar negeri.

Penulis :
Shila Glorya