HOME  ⁄  Nasional

Aceh Peroleh Revitalisasi 2.298 Sekolah pada 2026 dengan Anggaran Rp2,32 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Aceh Peroleh Revitalisasi 2.298 Sekolah pada 2026 dengan Anggaran Rp2,32 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana
Foto: Mendikdasmen, Abdul Mu'ti didampingi Kadisdik Aceh meresmikan revitalisasi Satuan Pendidikan Se-Kota Banda Aceh di SLB YPPC Banda Aceh, Selasa (sumber: ANTARA/M.Ifdhal)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan Provinsi Aceh memperoleh program revitalisasi sebanyak 2.298 satuan pendidikan pada 2026 dengan total anggaran mencapai Rp2,32 triliun sebagai bagian dari percepatan pemulihan sektor pendidikan pascabencana.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Kota Banda Aceh di SLB YPPC Banda Aceh.

Ia mengatakan program revitalisasi tahun 2026 difokuskan pada sekolah-sekolah yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Abdul Mu'ti mengungkapkan, "Program revitalisasi ini ditujukan untuk menyediakan tempat belajar yang lebih layak, menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, serta memberikan kenyamanan bagi peserta didik dan tenaga pendidik."

Fokus pada Sekolah Terdampak Banjir dan Longsor

Data Kemendikdasmen menunjukkan sebanyak 3.120 sekolah di Aceh mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Kerusakan tersebut mencakup kategori rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat.

Sekolah yang terdampak berasal dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).

Pada 2025, Kemendikdasmen telah merevitalisasi 730 sekolah di Aceh dengan total anggaran Rp713,5 miliar.

Program revitalisasi pada 2025 tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan mulai dari PAUD hingga SLB.

Pada 2026, cakupan program diperluas menjadi 2.298 satuan pendidikan yang juga meliputi seluruh jenjang dari PAUD hingga SLB.

Abdul Mu'ti menyatakan Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap pemulihan sektor pendidikan di Aceh melalui percepatan revitalisasi sekolah terdampak bencana dan penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih baik.

Ia mengungkapkan, "Kami optimistis percepatan pembangunan ini memungkinkan siswa kembali belajar secara normal sesuai arahan Presiden."

Pemerintah menargetkan fasilitas sekolah yang telah direvitalisasi dapat digunakan siswa pada tahun ajaran baru 2026.

Sekolah yang telah diperbaiki diharapkan memiliki kondisi yang lebih aman, lebih nyaman, lebih indah, dan lebih asri.

Pemerintah Aceh Sambut Dukungan Pemerintah Pusat

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin menyatakan pemerintah daerah sangat terbantu oleh program revitalisasi sekolah yang didanai pemerintah pusat.

Ia mengungkapkan, "Pendanaan revitalisasi dalam skala besar sulit dipenuhi hanya melalui APBA sehingga dukungan pemerintah pusat sangat penting untuk mempercepat pemulihan sekolah pascabencana."

Menurutnya, Abdul Mu'ti telah beberapa kali mengunjungi Aceh untuk meresmikan sekolah yang direvitalisasi, meninjau langsung progres pembangunan, serta memastikan percepatan pelaksanaan program pendidikan.

Murthalamuddin menilai kehadiran Mendikdasmen mendukung percepatan revitalisasi sekolah, peningkatan kualitas pendidikan di Aceh, dan pelaksanaan program pembangunan pendidikan yang lebih efektif.

Ia mengakui posisi pendidikan Aceh secara nasional masih belum memuaskan.

Pemerintah Aceh berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dengan target masuk 15 besar peringkat pendidikan nasional.

Untuk wilayah Banda Aceh, sebanyak 28 sekolah direvitalisasi pada 2025 dengan total anggaran Rp35,3 miliar.

Pada 2026, sebanyak 13 satuan pendidikan di Banda Aceh akan direvitalisasi dengan total anggaran Rp11,5 miliar.

Program revitalisasi sekolah di Aceh menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan pendidikan pascabencana sekaligus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah tersebut.

Penulis :
Shila Glorya