HOME  ⁄  Nasional

Indofarma Masih Menunggu Kepastian Suntikan Modal Danantara di Tengah Restrukturisasi Kinerja

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indofarma Masih Menunggu Kepastian Suntikan Modal Danantara di Tengah Restrukturisasi Kinerja
Foto: Direktur Utama PT Indofarma Tbk (INAF) Sahat Sihombing dan Direktur Operasional INAF Andi Prazos dalam Public Expose di Indonesia Health Learning Institute (IHLI) Bio Farma Group Jakarta, Kamis 25/06/2026 (sumber: Muhammad Heriyanto)

Pantau - PT Indofarma Tbk (INAF) menyatakan masih terus berkoordinasi dengan Danantara Indonesia terkait permintaan suntikan modal yang diajukan untuk mendukung proses penyehatan perusahaan, setelah usulan tersebut disampaikan sejak kuartal IV 2025 melalui PT Bio Farma (Persero) sebagai Holding BUMN Farmasi.

Koordinasi Suntikan Modal Masih Berlangsung

Direktur Utama PT Indofarma Tbk, Sahat Sihombing, mengatakan, "Mengenai suntikan modal Danantara, kami masih terus berkoordinasi. Kami juga masih rapat dengan Danantara."

Indofarma berharap Danantara Indonesia tetap memberikan dukungan kepada perusahaan-perusahaan BUMN sektor farmasi, termasuk Indofarma.

"Kami berharap Danantara tetap mendukung Indofarma, seperti itu progresnya. Mudah-mudahan ada dukungan yang lebih baik dengan Danantara," ungkap Sahat Sihombing.

Menurut Sahat Sihombing, seluruh dokumen dan rencana kerja yang dibutuhkan telah disampaikan kepada Danantara Indonesia melalui Bio Farma Group sebagai induk Holding BUMN Farmasi.

"Mengenai suntikan Danantara memang ini sudah kami usulkan melalui Biofarma Group sebagai holding dan sudah disampaikan ke Danantara dan kami masih menunggu kepastian suntikan Danantara," ujar Sahat Sihombing.

Restrukturisasi Berlanjut dan Target Laba Tetap Dipertahankan

Sebelumnya, Indofarma memastikan akan melanjutkan upaya restrukturisasi kinerja pada 2026 sesuai amanat dalam Perjanjian Homologasi.

Proses restrukturisasi tersebut mendapat dukungan dari Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), serta PT Bio Farma (Persero) sebagai Holding BUMN Farmasi.

Dalam kesempatan yang sama, Indofarma menyampaikan optimisme dapat membukukan laba bersih pada 2026 meski menghadapi tekanan akibat penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.

"Target laba tahun ini kami tetap optimistis, walaupun memang ada kondisi pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS, kemudian kita ketahui bahwa memang pasti akan menaikkan harga pokoknya," kata Sahat Sihombing.

RUPST Setujui Laporan Keuangan 2025

Indofarma telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menyetujui Laporan Keuangan Tahun 2025.

Sepanjang tahun buku 2025, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp151,5 miliar dan masih mencatatkan kerugian, meski rugi periode berjalan berhasil ditekan secara signifikan.

Rugi periode berjalan Indofarma turun 76,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp77,9 miliar pada 2025 dibandingkan Rp334,5 miliar pada 2024.

Penulis :
Leon Weldrick