HOME  ⁄  Nasional

Kemendukbangga Hadirkan Daycare Aman untuk Anak Buruh, Tamasya Dilengkapi Pengasuh Tersertifikasi dan CCTV

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemendukbangga Hadirkan Daycare Aman untuk Anak Buruh, Tamasya Dilengkapi Pengasuh Tersertifikasi dan CCTV
Foto: (Sumber :Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (mengenakan baju putih) berbincang dengan anak-anak asuh di Taman Asuh Adiku Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (26/6/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari..)

Pantau - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menghadirkan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) atau daycare yang aman dengan pengasuh tersertifikasi untuk memfasilitasi anak-anak buruh pabrik, sekaligus mendukung orang tua tetap produktif bekerja.

Program tersebut disampaikan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji saat mengunjungi Taman Asuh Adiku di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33.

"Ada tuntutan dari buruh agar setiap korporasi atau perusahaan-perusahaan yang banyak karyawannya untuk bisa menyiapkan daycare yang kita sebut Tamasya," ungkap Wihaji.

Tamasya Dilengkapi Standar Pengasuhan dan CCTV

Wihaji mengatakan program Tamasya merupakan tindak lanjut atas aspirasi para buruh sekaligus bentuk dukungan pemerintah terhadap pengasuhan anak yang berkualitas tanpa menghambat partisipasi perempuan di dunia kerja.

Ia mengungkapkan hingga saat ini terdapat 3.366 daycare yang telah berada dalam pembinaan Kemendukbangga dengan sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi.

"Hari ini, sudah ada 3.366 daycare dalam binaan kita, yang tadi syarat-syaratnya harus dipenuhi. Jangan sampai terulang kasus Yogyakarta yang viral waktu itu karena tidak ada izinnya dan pola asuhnya belum kita ketahui secara komprehensif," ujarnya.

Wihaji menegaskan setiap Tamasya wajib dilengkapi kamera CCTV agar orang tua dapat memantau perkembangan anak secara berkelanjutan selama berada di tempat penitipan.

Sediakan Layanan Kesehatan dan Rujukan

Selain pengasuh tersertifikasi, setiap Tamasya juga diwajibkan menyediakan layanan tenaga medis, pemeriksaan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang, komunikasi dengan orang tua, serta layanan rujukan apabila diperlukan.

"Maka kami lihat, di sini juga ada dokternya. Kita ada empat menu, salah satunya adalah cek kesehatan gratis, kemudian cek tumbuh kembang, komunikasi orang tua, dan yang terakhir adalah tentang rujukan. Itulah empat syarat yang harus dipenuhi setiap Tamasya yang kita dampingi dari 3.366 se-Indonesia," kata Wihaji.

Ia menambahkan pemerintah akan terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan untuk memperluas implementasi program Tamasya di lingkungan perusahaan secara bertahap.

Penulis :
Aditya Yohan