
Pantau - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI bersama Emergent Forest Finance Accelerator, Inc. menjajaki peluang kerja sama pendanaan iklim untuk mendukung pengurangan emisi dari sektor kehutanan Indonesia melalui pendekatan Jurisdictional REDD+ (JREDD+).
Pendanaan Iklim untuk Dukung Pengelolaan Hutan Lestari
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperluas akses terhadap pendanaan iklim internasional guna mendukung pencapaian target iklim nasional sekaligus memperkuat pengelolaan hutan lestari dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengungkapkan, “Kami menyambut baik kerja sama dengan Emergent sebagai peluang untuk menjajaki berbagai mekanisme pendanaan iklim internasional yang dapat mendukung implementasi Jurisdictional REDD+ Indonesia.”
Kesepahaman yang ditandatangani dalam rangkaian London Climate Action Week 2026 itu menjadi komitmen kedua pihak untuk melanjutkan pembahasan mengenai mobilisasi pendanaan iklim bagi perlindungan dan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Pembahasan tersebut mencakup potensi pemanfaatan hasil pengurangan emisi yang telah terverifikasi melalui Forest Carbon Partnership Facility (FCPF), peluang results-based payments, serta berbagai skema pendanaan iklim internasional yang berintegritas tinggi.
Indonesia Perkuat Tata Kelola Karbon Nasional
Raja Juli Antoni menegaskan Indonesia memiliki rekam jejak kuat dalam perlindungan dan restorasi hutan melalui program FCPF yang didukung Bank Dunia.
Program tersebut telah menghasilkan pengurangan emisi yang terverifikasi dan mendatangkan pendanaan iklim sebesar 110 juta dolar AS.
Pemerintah juga terus memperkuat tata kelola karbon nasional melalui pembangunan infrastruktur pasar karbon yang kredibel, transparan, dan akuntabel untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Ia mengatakan, “Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan pengurangan emisi yang terukur dan terverifikasi, sekaligus menghasilkan manfaat bagi keanekaragaman hayati dan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan hutan melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan.”
Sementara itu, President and CEO Emergent Eron Bloomgarden mengapresiasi kepemimpinan Indonesia dalam perlindungan hutan tropis dan mitigasi perubahan iklim.
Ia mengungkapkan, “Dengan salah satu kawasan hutan tropis terbesar di dunia, upaya Indonesia dalam mengembangkan Jurisdictional REDD+ memberikan peluang penting untuk mengurangi emisi dalam skala besar sekaligus melindungi keanekaragaman hayati dan mendukung masyarakat yang bergantung pada hutan.”
- Penulis :
- Aditya Yohan





