HOME  ⁄  Nasional

Produk Olahan Perikanan Indonesia Bidik Potensi Transaksi hingga 1 Juta Dolar AS di Arab Saudi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Produk Olahan Perikanan Indonesia Bidik Potensi Transaksi hingga 1 Juta Dolar AS di Arab Saudi
Foto: (Sumber :Arsip - Penjajakan bisnis antara pembeli dari Arab Saudi, Tamaiz Asia Trading dengan pelaku usaha Indonesia, JAPFA, yang difasilitasi Kementerian Perdagangan di Jakarta, Kamis (25/6/2026). ANTARA/HO-Kemendag.)

Pantau - Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah menyatakan produk olahan perikanan Indonesia membidik pasar Arab Saudi dengan potensi transaksi mencapai 800 ribu dolar AS hingga 1 juta dolar AS melalui penjajakan kerja sama antara pelaku usaha Indonesia dan pembeli dari Arab Saudi.

Business Matching Buka Peluang Ekspor Baru

Kepala ITPC Jeddah Bagas Haryotejo mengatakan pembeli asal Arab Saudi, Tamaiz Asia Trading, menunjukkan ketertarikan terhadap produk olahan perikanan milik JAPFA dalam kegiatan business matching yang difasilitasi Kementerian Perdagangan.

Ia mengungkapkan, "Selain menyasar konsumen lokal Arab Saudi, produk Indonesia juga berpotensi masuk ke rantai pasok konsumsi bagi jemaah haji dan umrah dari berbagai negara yang secara keseluruhan diperkirakan bernilai sekitar Rp50 triliun. Dalam kerja sama yang tengah dijajaki, potensi transaksi JAFPA dan Tamaiz mencapai sebesar 800 ribu dolar AS hingga 1 juta dolar AS."

Produk yang ditawarkan meliputi bakso ikan, nugget ikan, nugget udang, hingga filet ikan nila.

Sebagai tindak lanjut, Tamaiz Asia Trading akan membawa sampel produk untuk pengujian pasar, sementara JAPFA menyiapkan daftar harga berbagai varian produk sebelum memasuki tahap negosiasi yang lebih rinci.

ITPC Jeddah juga akan memfasilitasi pertemuan lanjutan secara daring guna membahas aspek teknis dan komersial.

Produk Halal Indonesia Dinilai Berpeluang Besar

Perwakilan Tamaiz Asia Trading, Saeed Alamoudi, menilai Indonesia memiliki peluang besar memasok produk makanan halal ke Arab Saudi seiring tingginya jumlah jemaah haji dan umrah asal Indonesia setiap tahun.

Ia mengatakan, "Fakta ini merupakan peluang untuk produk-produk makanan halal Indonesia agar dapat dipasarkan secara masif di Arab Saudi. Tidak hanya konsumen Indonesia, tetapi juga konsumen lokal Arab Saudi dan negara kawasan sekitar."

Bagas menambahkan masyarakat Arab Saudi memiliki tingkat konsumsi tinggi terhadap produk olahan boga bahari, terutama produk beku yang praktis, memiliki masa simpan panjang, dan harga yang kompetitif.

Ia menilai JAPFA siap memasok kebutuhan pasar Arab Saudi dalam skala besar karena telah memenuhi standar keamanan pangan internasional serta terdaftar di Saudi Food and Drug Authority (SFDA) sebagai eksportir produk olahan berbasis ikan.

Pada periode Januari hingga April 2026, nilai perdagangan Indonesia dan Arab Saudi mencapai 1,58 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor Indonesia sebesar 675,8 juta dolar AS dan impor sebesar 912,1 juta dolar AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf