HOME  ⁄  Nasional

Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Kasus Bocah Tewas Terjatuh ke Lubang Proyek di Tebet

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian dalam Kasus Bocah Tewas Terjatuh ke Lubang Proyek di Tebet
Foto: (Sumber :Petugas melakukan evakuasi seorang bocah inisial I (4) yang terjebak empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (28/6/2026). ANTARA/HO-Gulkarmat Jakarta Selatan..)

Pantau - Polisi masih mendalami dugaan kelalaian dalam insiden tewasnya bocah berinisial I (4) yang terjatuh dan terjebak selama sekitar empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan.

Polisi Periksa Saksi dan Kumpulkan Barang Bukti

Kapolsek Tebet AKP Ischak mengatakan penyelidikan masih berlangsung dengan memeriksa saksi, mengumpulkan keterangan, serta mengamankan barang bukti untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.

Ia mengungkapkan, "Saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan keterangan dan barang bukti, serta mendalami ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku."

Menurut Ischak, polisi menerima laporan kejadian pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 23.40 WIB.

Korban diduga terjatuh ke dalam lubang pondasi sedalam sekitar 3,5 hingga 4 meter saat bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi proyek.

Ia mengungkapkan, "Korban diketahui sebelumnya sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi proyek, kemudian terjatuh ke dalam lubang pondasi dengan kedalaman sekitar 3,5-4 meter."

Evakuasi Berlangsung Empat Jam

Ischak menjelaskan proses evakuasi awal dilakukan secara manual dengan mengerahkan personel berbadan kecil, namun upaya tersebut tidak berhasil karena kondisi lubang yang sempit.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran, Puskesmas, RSUD Tebet, serta menggunakan alat berat untuk mempercepat proses penyelamatan.

Ia mengungkapkan, "Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 03.55 WIB dan selanjutnya dibawa ke RSCM untuk penanganan medis."

Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit, sementara keluarga menolak dilakukan autopsi.

Ischak mengatakan, "Terkait penyebab meninggalnya korban, kami belum dapat menyampaikan karena hal tersebut merupakan kewenangan tim medis. Selain itu, pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban."

Penulis :
Ahmad Yusuf