HOME  ⁄  Nasional

Baznas RI Luncurkan Program Ternak Ayam untuk Berdayakan Mustahik di Banyumas

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Baznas RI Luncurkan Program Ternak Ayam untuk Berdayakan Mustahik di Banyumas
Foto: (Sumber :Wakil Ketua Baznas RI, Zainut Tauhid Sa'adi (kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis dalam kegiatan peluncuran program Perempuan Mandiri melalui Ternak Ayam (Permata) di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026). ANTARA/HO-Baznas RI.)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan program Perempuan Mandiri melalui Ternak Ayam (Permata) di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebagai upaya mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baznas Kucurkan Dana untuk Pemberdayaan Mustahik

Wakil Ketua Baznas RI Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan Baznas mengalokasikan dana sebesar Rp193,84 juta untuk memberdayakan 30 kepala keluarga di wilayah tersebut.

Zainut mengungkapkan, "Kami menegaskan komitmen penuh Baznas dalam mendukung program pemerintah untuk melakukan percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Banyumas yang memiliki konsentrasi penduduk miskin cukup tinggi."

Ia menjelaskan Baznas Kabupaten Banyumas juga memberikan anggaran pendamping sebesar Rp240 juta untuk penyediaan modal budidaya dan mesin tetas di 12 desa lainnya.

Menurut Zainut, program ternak ayam jenis Elba diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi ibu rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Zainut mengatakan, "Kami sangat optimistis bahwa sinergi lintas sektor ini mampu menjadi percontohan roda ekonomi yang aplikatif dan mudah ditiru, sehingga dapat membawa perubahan kesejahteraan yang konkret bagi masyarakat luas."

Program Gunakan Konsep Ekonomi Sirkular

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Desa Tertinggal, dan Desa Tertentu Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Haris mengatakan kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi berbasis lokal.

Ia menjelaskan Program Permata menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan mengintegrasikan sektor peternakan dan pertanian.

Abdul Haris mengungkapkan, "Ini yang disebut ekonomi sirkular. Kotoran ayam menjadi pupuk, kemudian dimanfaatkan kembali untuk mendukung aktivitas pertanian sehingga menciptakan siklus yang berkelanjutan."

Penulis :
Aditya Yohan