HOME  ⁄  Nasional

Kemenhaj Sumbar Menggagas Gerakan Haji Muda untuk Menumbuhkan Budaya Menabung Sejak Dini di Kalangan Pelajar

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemenhaj Sumbar Menggagas Gerakan Haji Muda untuk Menumbuhkan Budaya Menabung Sejak Dini di Kalangan Pelajar
Foto: Latifa Syafvina Putri Zuhrizal jamaah haji termuda asal Kota Padang Sumatera Barat berusia 15 tahun sebelum bertolak ke tanah suci (sumber: ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Pantau - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat menggagas program gerakan haji muda bagi pelajar sebagai implementasi penguatan ekosistem haji di Indonesia, Rabu (1/7) pukul 16.09 WIB.

M. Rifki selaku Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar mengungkapkan, "Melalui program gerakan haji muda Kemenhaj berupaya menumbuhkan budaya menabung haji sejak dini."

Program Menyasar Pelajar dari SD hingga SMA

Program gerakan haji muda bertujuan menumbuhkan budaya menabung haji sejak usia dini sekaligus menyiapkan generasi yang siap menunaikan rukun Islam kelima pada usia produktif.

Sasaran program tersebut meliputi peserta didik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Para pelajar akan diajak membuka rekening tabungan haji secara sukarela serta membiasakan menyisihkan sebagian kecil uang jajan secara rutin.

Program tersebut akan diimplementasikan melalui kolaborasi dengan bank penerima setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan perbankan syariah.

Melalui kerja sama tersebut, pelajar dapat membuka rekening tabungan haji tanpa dikenakan biaya pembukaan rekening.

M. Rifki mengungkapkan, "Kalau hari ini seseorang baru mendaftar haji, masa tunggunya sekitar 26 tahun. Oleh karena itu, persiapan harus dimulai sejak dini di mana anak-anak harus dibiasakan merencanakan perjalanan hajinya."

Menurut Kanwil Kemenhaj Sumbar, masa tunggu haji bagi pendaftar baru saat ini mencapai sekitar 26 tahun sehingga persiapan berhaji dinilai perlu dimulai sejak usia dini.

Tabungan Ringan untuk Membangun Kesiapan Berhaji

M. Rifki menegaskan gerakan haji muda bukan program yang membebani para siswa, melainkan membangun kebiasaan menabung dengan nominal yang ringan.

Dalam simulasi program tersebut, pelajar didorong menabung Rp2.000 setiap hari sehingga dapat terkumpul sekitar Rp50.000 hingga Rp60.000 setiap bulan atau sekitar Rp600.000 dalam satu tahun.

M. Rifki mengatakan, "Nilainya mungkin terlihat kecil, tetapi kalau dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan akan menjadi bekal besar bagi anak-anak kita untuk mewujudkan cita-cita berangkat ke tanah suci."

Tabungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal membangun kesiapan berhaji sejak usia muda.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyambut baik gagasan gerakan haji muda yang diinisiasi Kanwil Kemenhaj Sumbar karena dinilai tidak hanya memperkuat ekosistem haji tetapi juga memberikan manfaat lebih bagi daerah.

Mahyeldi mengatakan, “Program ini berpeluang memberikan keuntungan positif bagi Sumatera Barat.”

Penulis :
Leon Weldrick