
Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menurunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) sebagai respons cepat atas insiden ledakan dan kebakaran di pabrik PT Raw Botanical Nusantara di Kawasan Industri Candi, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang menewaskan satu pekerja dan melukai tujuh lainnya.
Tim Wasdal Diterjunkan Selidiki Penyebab Ledakan
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Tim Wasdal ditugaskan melakukan verifikasi lapangan, mengumpulkan informasi secara menyeluruh, serta mendukung proses investigasi penyebab kecelakaan.
Insiden yang terjadi pada Rabu (1/7) sekitar pukul 09.30 WIB tersebut langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan perusahaan dan instansi terkait.
“Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia, serta mendoakan para pekerja yang mengalami luka-luka agar segera pulih. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi sektor industri untuk terus memperketat implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya pada penggunaan mesin-mesin industri dengan risiko atau tekanan tinggi," ungkap Agus.
Agus menginstruksikan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika untuk segera menerjunkan Tim Wasdal ke lokasi kejadian.
Tim tersebut akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan selama proses penyelidikan berlangsung.
Dugaan Awal Akibat Kegagalan Tabung Sterilisasi
Berdasarkan laporan awal, indikasi overheat pada mesin produksi bertekanan tinggi muncul sekitar pukul 09.30 WIB sebelum tabung sterilisasi di ruang produksi bagian belakang meledak antara pukul 09.45 WIB hingga 09.56 WIB.
Ledakan memicu kebakaran yang menyebabkan sebagian bangunan runtuh sebelum api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu pekerja bernama Muhammad Bryan Febryantoro, warga Mranggen, Demak, meninggal dunia, sementara tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar ringan hingga sedang.
Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma, MPH.
Putu Juli Ardika mengatakan dugaan sementara penyebab ledakan adalah kegagalan fungsi tabung sterilisasi akibat lonjakan suhu dan tekanan yang melampaui batas desain alat.
"Saat ini pihak perusahaan bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang sedang melakukan olah TKP dan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa apakah ada unsur kelalaian. Kami di Direktorat Jenderal Industri Agro juga telah berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) di Semarang untuk terus mengawal penanganan insiden ini," katanya.
Kemenperin juga mengimbau seluruh pelaku industri manufaktur melakukan pemeriksaan dan kalibrasi berkala terhadap mesin serta fasilitas produksi guna mencegah kejadian serupa.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





