HOME  ⁄  Nasional

Bima Arya Sugiarto Ungkap Empat Tantangan Kepala Daerah dalam Mewujudkan Kemandirian Fiskal Daerah

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bima Arya Sugiarto Ungkap Empat Tantangan Kepala Daerah dalam Mewujudkan Kemandirian Fiskal Daerah
Foto: Foto: (Sumber: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menjadi keynote speaker pada Dialog Otonomi Daerah bertema Strategi Mewujudkan Kemandirian Fiskal Daerah dalam rangka HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Institut Kesehatan Medistra Hall, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (2/7/2026). (Kemendagri))

Pantau - Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa kepala daerah saat ini menghadapi empat tantangan besar dalam menjalankan pemerintahan di daerah.

Tantangan Kepala Daerah dalam Era Dinamis

Ia menjelaskan bahwa tantangan tersebut meliputi dinamika geopolitik, pengawalan program prioritas nasional, pemenuhan janji kampanye, serta perkembangan algoritma media yang sangat dinamis.

Ia mengungkapkan, "Hari ini kepala daerah punya empat ujian, yaitu geopolitik, mengawal program-program prioritas nasional, memenuhi janji kampanye, dan menghadapi algoritma media yang bergerak sangat dinamis. Sangat tidak mudah dan butuh jurus-jurus yang sesuai dengan algoritma kekinian." ujar Bima Arya.

Pernyataan tersebut disampaikan Bima Arya saat menjadi pembicara utama pada Dialog Otonomi Daerah bertema Strategi Mewujudkan Kemandirian Fiskal Daerah dalam rangka HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Integritas dan Inovasi Pemerintah Daerah

Ia menekankan bahwa di tengah tantangan tersebut kepala daerah tetap harus menjaga integritas dalam setiap pengambilan kebijakan.

Bima Arya berharap para bupati dapat menyelesaikan masa jabatan dengan kepemimpinan yang bersih, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Ia juga menegaskan bahwa integritas harus diiringi kemampuan inovasi untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi potensi dan pembiayaan pembangunan.

Kementerian Dalam Negeri melakukan pemetaan karakter kepala daerah berdasarkan kondisi APBD dan kualitas pelayanan publik.

Strategi Kemandirian Fiskal Daerah

Daerah dengan karakter transformer dinilai mampu meningkatkan kapasitas fiskal sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan masyarakat.

Bima Arya menyampaikan bahwa skema pembiayaan alternatif seperti kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) telah berhasil diterapkan di berbagai kabupaten.

Ia juga mendorong program Kepala Desa Masuk Kampus untuk meningkatkan kapasitas kepala desa dalam pengelolaan data, perencanaan pembangunan, dan pengembangan potensi desa.

Program tersebut diharapkan dapat mendorong desa menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Bima Arya mengajak kepala daerah memperkuat pencitraan daerah sesuai potensi masing-masing.

Ia menilai pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan wisata olahraga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru serta meningkatkan pendapatan asli daerah.

Ia menegaskan bahwa kemandirian fiskal daerah dapat dicapai melalui tata kelola pemerintahan yang inovatif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Penulis :
Arian Mesa