HOME  ⁄  Nasional

BPS, Kemen PPPA, dan PNM Luncurkan Kolaborasi Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Data Perempuan Pengusaha Ultra Mikro di Indon

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BPS, Kemen PPPA, dan PNM Luncurkan Kolaborasi Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Data Perempuan Pengusaha Ultra Mikro di Indon
Foto: Foto: (Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar Kick Off Kolaborasi dalam rangka Sensus Ekonomi 2026.)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), serta PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meluncurkan Kick Off Kolaborasi Sensus Ekonomi 2026 di Indonesia dengan fokus pada penguatan data perempuan pengusaha ultra mikro pada Jumat (3/7/2026).

Kolaborasi Tiga Lembaga untuk Sensus Ekonomi 2026

Kolaborasi ini menjadi langkah awal sinergi tiga lembaga dalam memotret kontribusi perempuan pengusaha ultra mikro dalam struktur ekonomi nasional serta memperkuat arah kebijakan pemberdayaan perempuan ke depan.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilakukan BPS dan dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali di seluruh wilayah Indonesia.

Pelaksanaan sensus tersebut berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026 di 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota.

Kolaborasi ini juga menyasar basis nasabah PNM Mekaar yang mayoritas merupakan perempuan pengusaha ultra mikro di berbagai daerah.

Tujuan pengumpulan data ini adalah menghasilkan data yang akurat dan aktual untuk mendukung kebijakan pemberdayaan ekonomi perempuan yang lebih tepat sasaran.

Data Partisipasi Perempuan dan Pernyataan Pejabat

Berdasarkan data BPS, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan Indonesia tercatat sekitar 56 persen dengan sekitar 32 persen di antaranya berstatus sebagai pengusaha.

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan apresiasi kepada nasabah Mekaar dengan pernyataan, “Ibu-ibu Mekaar adalah pahlawan keluarga dan pahlawan bangsa. Kita harus apresiasi perempuan ini yang tidak akan diam untuk urusan keluarga, akan melakukan yang terbaik,” katanya.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menilai nasabah Mekaar sebagai contoh perempuan berdaya dengan pernyataan, “Ibu-ibu Mekaar ini contoh perempuan berdaya dan kontributor terhadap roda ekonomi Indonesia. Tingkat partisipasi perempuan di angkatan kerja, termasuk pengusaha, juga meningkat ke 56 persen, dan 32 persennya adalah pengusaha, contohnya ya ibu Mekaar ini,” ungkapnya.

Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dengan pernyataan, “Kolaborasi antar instansi bermakna penting karena perempuan menjadi tulang punggung keluarga dan roda penggerak ekonomi dan nasional,” ujarnya.

Melalui kick off ini, BPS, Kemen PPPA, dan PNM berkomitmen memastikan data Sensus Ekonomi 2026 merepresentasikan kontribusi perempuan pengusaha ultra mikro secara akurat, inklusif, dan berpihak pada perempuan.

Penulis :
Shila Glorya