HOME  ⁄  Nasional

Menhaj Minta Rakernas Evaluasi Haji 2026 Jadi Forum Perbaikan Pelayanan Jamaah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menhaj Minta Rakernas Evaluasi Haji 2026 Jadi Forum Perbaikan Pelayanan Jamaah
Foto: (Sumber :Sejumlah pejabat Kementerian Haji dan Umrah beserta Komisi VIII DPR RI berfoto bersama usai membuka Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (4/7/2026). ANTARA/Asep Firmansyah.)

Pantau - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf meminta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 menjadi forum terbuka untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan penyelenggaraan haji sebagai dasar perbaikan pelayanan pada musim haji berikutnya.

Rakernas yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, diikuti seluruh pejabat Kementerian Haji dan Umrah dari pusat hingga daerah.

Evaluasi Difokuskan pada Perbaikan Layanan

Menhaj Irfan mengungkapkan, "Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Haji tahun 2026 ini tentu menjadi peluang, kesempatan untuk kita bisa menemukan berbagai kekurangan-kekurangan yang telah dan sedang kita laksanakan untuk menjadi bagian perbaikan pelayanan haji ke depan."

Ia menegaskan seluruh kekurangan perlu diungkap secara terbuka untuk meningkatkan kualitas pelayanan, bukan untuk mencari pihak yang disalahkan.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah layanan kesehatan jamaah meski angka kematian pada musim haji 2026 telah turun sekitar 25 persen dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Menhaj Irfan mengungkapkan, "Angka kematian 350 (orang) sekian masih besar. Karena itu, salah satu PR (Pekerjaan Rumah) nanti adalah terkait dengan istitha’ah kesehatan.”

Mina dan SDM Jadi Fokus Pembenahan

Selain evaluasi, Menhaj menyebut penyelenggaraan haji tahun ini mencatat sejumlah kemajuan melalui inovasi seperti alokasi kuota haji provinsi yang lebih berkeadilan, penurunan biaya haji sekitar Rp2 juta, serta penerapan Kartu Nusuk yang dibagikan sejak jamaah berada di Tanah Air.

Menhaj juga menyoroti pelayanan di Mina, Arab Saudi, yang dinilai masih menjadi salah satu titik lemah operasional haji tahun ini.

Menhaj Irfan mengungkapkan, “Kita tahu Mina menjadi salah satu titik kelemahan kita dalam pelayanan kemarin. Apapun yang bisa kita lakukan untuk perbaikan Mina tentu harus kita rumuskan pada Rakernas evaluasi ini.”

Selain Rakernas, Kementerian Haji dan Umrah akan menggelar retret bagi jajaran kementerian untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia, baik dari sisi fisik, mental, maupun kekompakan dalam menghadapi penyelenggaraan ibadah haji berikutnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf