
Pantau - Pemerintah menambah 14 universitas unggulan dunia sebagai tujuan prioritas Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) khusus bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) guna mendukung kebutuhan sumber daya manusia pada industri strategis nasional.
Kepala Sub Divisi Komunikasi LPDP Risqi Sita Novanti mengatakan penambahan tersebut melengkapi daftar 17 universitas unggulan yang sebelumnya telah menjadi prioritas untuk seluruh bidang studi.
"Kalau dulu cuma ada 17 universitas unggul. Sekarang ditambahkan lagi 14 universitas lainnya untuk bidang STEM," ungkap Risqi.
Menurut Risqi, kebijakan tersebut dilakukan karena pemerintah memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia yang mampu mendukung delapan sektor industri strategis nasional.
"Sekarang untuk prioritas kita harus mendukung program prioritas nasional supaya selaras untuk mendukung delapan industri strategis seperti ketahanan pangan, ekonomi kreatif, industrialisasi," katanya.
Tambahan Universitas Prioritas Bidang STEM
Sebanyak 17 universitas unggulan yang sebelumnya menjadi prioritas untuk seluruh bidang studi meliputi University of Oxford, University of Cambridge, Imperial College London, Technical University of Munich, Université Paris Sciences & Lettres, London School of Economics and Political Science, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Stanford University, Harvard University, Princeton University, University of California, Berkeley (UCB), Babson College, California Institute of Technology, Cornell University, John Hopkins University, University of Tokyo, dan Tsinghua University.
Sementara itu, 14 universitas tambahan yang diprioritaskan khusus untuk bidang STEM meliputi Peking University, The University of Hong Kong, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Paris-Saclay University, École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), ETH Zurich, University of Toronto, Yale University, University of Chicago, University of Michigan, Columbia University, University of Pennsylvania, dan University of California Los Angeles (UCLA).
Dukung Industri Strategis Nasional
Risqi mengatakan pemerintah juga memperluas cakupan bidang prioritas yang tidak hanya mencakup program studi STEM murni.
Pemerintah turut memprioritaskan program studi yang berkaitan dengan pengembangan sektor strategis nasional.
"Mayoritas kita prioritaskan untuk bidang STEM, yaitu science, technology, engineering, mathematics. Dan juga STEM related seperti law, economics, public policy dan public administration," ujar Risqi.
Penambahan daftar universitas tersebut diharapkan memberikan lebih banyak pilihan bagi calon penerima beasiswa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional di masa depan.
- Penulis :
- Gerry Eka





