
Pantau - Kementerian Kesehatan menilai inovasi obat-obatan medis perlu melengkapi terapi diet mandiri dan operasi bariatrik dalam penanganan obesitas karena kondisi tersebut menjadi faktor risiko berbagai komplikasi serius, terutama diabetes melitus tipe 2.
Obesitas Dinilai Sebagai Penyakit Kronis
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, “Obesitas harus dikelola melalui tata laksana medis yang tepat. Berdasarkan data Program Cek Kesehatan Gratis, obesitas secara konsisten masuk dalam lima besar masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan di Indonesia.”
Menurut Dante, obesitas tidak lagi dapat dipandang sekadar persoalan penampilan, melainkan penyakit kronis yang menjadi pintu masuk berbagai komplikasi, termasuk diabetes melitus tipe 2.
Ia menjelaskan hasil studi genetik di Indonesia menunjukkan hampir seluruh masyarakat memiliki bakat genetik diabetes, namun aktif atau tidaknya gen tersebut sangat dipengaruhi oleh gaya hidup.
Dante menambahkan prevalensi diabetes di Jakarta telah mencapai 12,8 persen atau sekitar satu dari delapan penduduk, sementara sebagian besar penderita baru mengetahui penyakitnya saat mengikuti survei kesehatan.
Ia juga mengungkapkan, “Di antara diet mandiri dan operasi bariatrik terdapat celah yang perlu diisi. Di sinilah pentingnya kehadiran inovasi obat-obatan medis terbaru untuk menjembatani kebutuhan tersebut.”
Inovasi Terapi Diharapkan Tekan Risiko Komplikasi
Dante mengatakan pengendalian obesitas dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Spesialis Endokrinologi dari Persatuan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof. Em Yunir, menyebut prevalensi diabetes di Indonesia saat ini berkisar antara 11,5 hingga 11,7 persen.
Ia mengungkapkan, “Cukup dengan satu jenis pengobatan, berbagai masalah dapat ikut terkendali. Tidak hanya menurunkan kadar gula darah dengan sangat baik, tetapi juga menurunkan tekanan darah, memperbaiki profil kolesterol, hingga membantu menurunkan berat badan secara signifikan.”
Menurut Em Yunir, inovasi terapi seperti zat tirzepatide diharapkan menjadi pilihan pengobatan yang mampu membantu mengendalikan kadar gula darah sekaligus menurunkan berat badan dengan bekerja meniru hormon alami tubuh yang mengatur rasa lapar.
Meski demikian, perubahan gaya hidup melalui pola makan sehat dan olahraga teratur tetap menjadi fondasi utama dalam pencegahan dan pengendalian obesitas maupun diabetes.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





