HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Pusat Targetkan Pengelolaan Sampah Menuju Zero Waste melalui Pilah Sampah dari Sumber

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemkot Jakarta Pusat Targetkan Pengelolaan Sampah Menuju Zero Waste melalui Pilah Sampah dari Sumber
Foto: (Sumber :Wali Kota Jakarta Pusat Arifin (dua kanan) didampingi Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat Slamet Riyadi (kanan) meninjau lokasi bank sampah di lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026). (ANTARA/Adimas Raditya).)

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Pusat menargetkan pengelolaan sampah mengarah pada konsep zero waste dengan memperkuat pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumber guna mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Pemilahan Sampah Jadi Prioritas

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 sekaligus menjawab keterbatasan kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Ia mengungkapkan, "Sebagaimana yang sudah dikeluarkan oleh Pak Gubernur dalam bentuk Instruksi Nomor 5 Tahun 2026, kita semua sudah mengawali. Saya berharap Jakarta Pusat ini bisa zero waste, baik sampah organik maupun anorganik."

Arifin menjelaskan sosialisasi pemilahan sampah telah dilakukan kepada rumah tangga, hotel, pusat perbelanjaan, pertokoan, perkantoran, hingga lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.

Menurutnya, setiap rumah tangga harus mulai memilah sampah dari sumber agar jumlah sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang dapat terus ditekan.

Target Pengurangan Sampah Capai 50 Persen

Arifin mengakui tingkat pelaksanaan pemilahan sampah di setiap kelurahan masih bervariasi, dengan sebagian wilayah telah mencapai sekitar 30 persen, sementara wilayah lainnya masih berada di kisaran 11 hingga 20 persen.

Ia menegaskan, "Jadi, kita tidak bisa berlama-lama, harus secepat mungkin memastikan bahwa pilah sampah itu betul-betul sudah bisa dilakukan di setiap rumah tangga."

Sebagai bentuk pemantauan, Pemkot Jakarta Pusat memasang stiker pada rumah warga yang telah menerapkan pemilahan sampah agar dapat dibedakan dengan rumah yang belum menjalankan program tersebut.

Selain memperkuat pemilahan, pemerintah juga mengembangkan pengolahan sampah organik dan anorganik agar tidak seluruh sampah berakhir di tempat pemrosesan akhir.

Arifin mengungkapkan, "Kita berharap di Agustus sudah 50 persen, minimal separuhnya harus bisa ditangani."

Penulis :
Ahmad Yusuf