
Pantau - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mendukung pembangunan pabrik munisi milik PT Pindad di Batulicin, Kalimantan Selatan, guna memenuhi kebutuhan pasokan amunisi bagi personel TNI serta memperkuat industri pertahanan nasional.
Pabrik Munisi Diharapkan Perkuat Kemandirian Industri Pertahanan
Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam acara groundbreaking pembangunan pabrik munisi di Batulicin, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (4/7).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, "Pembangunan pabrik munisi di Batulicin merupakan bagian dari program pengembangan industri pertahanan oleh PT Pindad yang sejalan dengan kebijakan Kemenhan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan munisi bagi TNI."
Rico menjelaskan pembangunan pabrik tersebut merupakan langkah strategis yang akan memperkuat berbagai aspek di bidang pertahanan nasional.
Keberadaan pabrik itu dinilai akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan munisi dari luar negeri sekaligus memperkuat peran PT Pindad sebagai produsen amunisi utama bagi TNI.
Selain itu, proses distribusi munisi diharapkan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran sehingga kebutuhan setiap satuan TNI dapat dipenuhi secara optimal.
Batulicin Dipilih Berdasarkan Pertimbangan Strategis
Rico menjelaskan Batulicin dipilih sebagai lokasi pembangunan pabrik setelah melalui berbagai pertimbangan teknis dan strategis.
Ia mengungkapkan, "Pemilihan Batulicin tentu melalui berbagai pertimbangan teknis dan strategis, antara lain ketersediaan lahan, akses wilayah, potensi dukungan infrastruktur, serta posisi Kalimantan Selatan yang strategis dalam mendukung distribusi dan penguatan industri pertahanan nasional."
Kemenhan meyakini pembangunan pabrik munisi tersebut akan semakin memperkuat industri pertahanan dalam negeri sekaligus mendukung peningkatan kemampuan pertahanan Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan





