HOME  ⁄  Nasional

Lestari Moerdijat Mendorong Perbaikan Sistem dan Budaya Integritas untuk Cegah Kecurangan SPMB

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Lestari Moerdijat Mendorong Perbaikan Sistem dan Budaya Integritas untuk Cegah Kecurangan SPMB
Foto: (Sumber :Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. ANTARA/HO-MPR RI.)

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong perbaikan sistem pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) disertai penguatan budaya integritas untuk mencegah berulangnya praktik kecurangan dalam proses penerimaan murid baru yang kembali menjadi sorotan pada pelaksanaan SPMB 2026 di Jakarta, Selasa.

Pengawasan Dinilai Belum Cukup

Lestari mengatakan langkah pengawasan dan penerapan regulasi saja belum mampu mengatasi dugaan kecurangan yang terus muncul dalam pelaksanaan SPMB.

"Langkah pengawasan dan penerapan regulasi saja ternyata tidak cukup. Perbaikan sistem dan konsisten membangun budaya integritas sangat diperlukan untuk mengatasi berulangnya dugaan kasus kecurangan pada penerimaan murid baru," katanya.

Ia mengutip data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang mencatat sebanyak 301 laporan pengaduan masyarakat selama pelaksanaan SPMB 2026.

Dari total laporan tersebut, jalur domisili menjadi yang paling banyak diadukan dengan 187 laporan, disusul jalur prestasi sebanyak 69 laporan, jalur afirmasi 33 laporan, dan jalur mutasi 12 laporan.

Dorong Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini

Lestari menilai diperlukan langkah konkret melalui penyederhanaan regulasi, penguatan verifikasi data, serta pembangunan sistem pengawasan bersama yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ombudsman, dan pemerintah daerah.

Menurutnya, upaya yang lebih mendasar adalah membangun budaya integritas sejak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter sekaligus bagian dari pencegahan korupsi.

"Tanpa integritas, sistem pola asuh dan pendidikan hanya akan melahirkan lulusan yang cerdas secara akademik namun rapuh secara moral," ujarnya.

Ia menambahkan pendidikan antikorupsi harus diterapkan secara substantif, bukan sekadar seremonial, agar mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter tangguh, dan menolak segala bentuk kecurangan.

Penulis :
Aditya Yohan