
Pantau - Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam disiapkan menjadi gerbang maritim dan investasi global saat menerima jajaran pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam di kediamannya di Jakarta dalam pertemuan yang membahas percepatan transformasi Batam sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Deputi Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan Presiden menegaskan Batam harus menjadi model implementasi agenda nasional yang mencakup hilirisasi, industrialisasi, deregulasi, percepatan investasi, dan efisiensi logistik.
Fary Djemy Francis mengungkapkan, "Bapak Presiden juga mengarahkan agar Batam menjadi pilot project reformasi investasi nasional melalui digitalisasi pelayanan, pengawasan berbasis risiko, serta penguatan integritas kawasan."
Presiden juga menilai keunggulan Batam harus dibangun di atas kepastian hukum, kecepatan pelayanan, serta infrastruktur yang berdaya saing global.
Modernisasi Pelabuhan dan Penguatan Investasi
Presiden turut mengarahkan modernisasi pelabuhan di Batam melalui pembangunan Pelabuhan Internasional Batam sebagai simpul logistik nasional yang terintegrasi dengan kawasan industri, pusat manufaktur berteknologi tinggi, pusat data, dan jaringan pelayaran dunia.
Pembangunan tersebut diharapkan mampu menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing ekspor, serta memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok global.
Presiden Prabowo juga akan mengoordinasikan langkah lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat penyelesaian berbagai isu strategis, termasuk harmonisasi regulasi dan pembangunan pelabuhan internasional.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pelayanan investasi menjadi lebih cepat setelah adanya penguatan regulasi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.
Menurut Amsakar, kebijakan pengembangan kawasan tersebut juga meningkatkan kepastian bagi investor.
Amsakar mengungkapkan, "Melalui berbagai reformasi tersebut, BP Batam menargetkan Batam menjadi kawasan yang lebih produktif, tertata, dan kompetitif, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat investasi, industri, dan perdagangan yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional."
Digitalisasi Tata Kelola dan Kinerja Investasi
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan pihaknya terus memperkuat tata kelola melalui digitalisasi Land Management System (LMS).
Digitalisasi LMS tersebut bertujuan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan layanan lahan.
Li Claudia Chandra mengatakan, "BP Batam menilai perkuatan tata kelola tersebut akan meningkatkan kepastian hukum, mempercepat layanan investasi, serta memperkuat kepercayaan investor terhadap Batam sebagai tujuan investasi."
BP Batam mencatat realisasi investasi di kawasan tersebut sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun.
Pada Triwulan I 2026, realisasi investasi mencapai Rp17,48 triliun atau meningkat 102,85 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Investasi di Batam semakin terkonsentrasi pada sektor bernilai tambah yang meliputi elektronik, mesin, pusat data, energi, dan kawasan industri.
- Penulis :
- Leon Weldrick





